Dewan Pers Catat Ratusan Pengaduan Media Siber dan Tekanan Berat Industri Pers
Jakarta, TrenNews.id — Dewan Pers mencatat mayoritas pengaduan masyarakat sepanjang 2023 hingga 2025 ditujukan kepada media siber, seiring meningkatnya konsumsi informasi digital. Isu yang paling banyak diadukan meliputi pelanggaran prinsip cover both sides, penggunaan judul clickbait, pencemaran nama baik, penggunaan foto tanpa izin, serta ujaran kebencian.
Dalam periode tersebut, Dewan Pers telah menyelesaikan 925 kasus pengaduan melalui mekanisme surat-menyurat, risalah, hingga Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR).
Untuk meningkatkan profesionalisme wartawan, Dewan Pers terus mendorong pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Sepanjang 2025, tercatat 145 kegiatan UKW dengan total wartawan tersertifikasi mencapai 14.647 orang. Pada tahun yang sama, Dewan Pers juga merampungkan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Karya Jurnalistik.
Dari sisi ekonomi, industri media nasional masih menghadapi tekanan berat akibat disrupsi digital, menurunnya belanja iklan, perubahan algoritma platform digital, serta pemanfaatan AI. Data Aliansi Jurnalis Independen mencatat lebih dari 800 pekerja media mengalami pemutusan hubungan kerja sejak 2024 hingga Juli 2025. Angka tersebut diperkirakan masih bertambah karena belum seluruh data PHK tercatat.
Merespons kondisi tersebut, Dewan Pers mendorong dialog dengan pemerintah, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan, serta mengupayakan solusi jangka panjang melalui inisiatif Dana Jurnalisme Indonesia, usulan revisi Undang-Undang Hak Cipta agar karya jurnalistik memiliki hak ekonomi, serta dorongan terciptanya persaingan usaha yang sehat antara platform digital dan perusahaan pers.
Sebagai langkah konkret, pada 17 Desember 2025 Dewan Pers menandatangani Nota Kesepahaman dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
Menutup tahun 2025, Dewan Pers menyampaikan tiga peringatan utama bagi masa depan pers Indonesia, yakni ancaman terhadap kemerdekaan pers yang belum mereda, profesionalisme jurnalistik yang masih rapuh, serta keberlanjutan ekonomi media yang semakin terancam.
Dalam refleksi akhir tahun, Dewan Pers menganugerahkan Anugerah Dewan Pers 2025 kepada Jusuf Kalla sebagai Tokoh Perdamaian dan Kemanusiaan, almarhum Jakob Oetama sebagai Tokoh Pers, serta Muhammad Rifky Juliana sebagai Sosok Wartawan Tangguh.
Dewan Pers mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan media, platform digital, hingga masyarakat, untuk menjaga kemerdekaan pers sebagai fondasi utama demokrasi.
Sumber: Dewan Pers


Tinggalkan Balasan