Percakapan Warga Soroti Peserta Kegiatan Tanpa Helm di Depan Masjid Agung Lasusua
Lasusua, TrenNews.id – Minggu pagi (11/1/2026) ramai percakapan di salah satu grup WhatsApp warga Kolaka Utara terkait rendahnya kepatuhan penggunaan helm oleh pengendara roda dua di depan Masjid Agung Lasusua.
Percakapan tersebut bermula dari pesan yang dibagikan Dhonal Paetrick ke dalam grup. Pesan itu diketahui berasal dari grup WhatsApp lain dan ditulis oleh salah satu personel Satuan Lalu Lintas Polres Kolaka Utara.
Dalam pesan yang dibagikan, Dhonal Paetrick menuliskan,
“Bapak/ibu, saya lihat peserta kegiatan yang di depan Masjid Agung, yang menggunakan roda dua rata-rata tidak menggunakan helm, rata-rata orang dewasa. Dengan cara apa lagi kita menghimbau agar menggunakan helm?”
Pesan tersebut langsung mendapat tanggapan dari anggota grup lainnya. Salah satu anggota bernomor +62 852-9800-0415 menilai pelanggaran terjadi karena anggapan hari Minggu minim pengawasan aparat.
“Dia pikir ini hari Minggu bisa bebas, mungkin tidak ada polisi jaga, padahal kan buat keselamatan kita sendiri,” tulisnya.
Menanggapi hal itu, Dhonal Paetrick kembali menyampaikan keprihatinannya terhadap rendahnya kepatuhan masyarakat.
“Itulah, makanya Kolaka Utara ini masih tidak peduli dengan himbauan,” ujarnya.
Anggota grup yang sama juga menambahkan pandangan sinis terhadap aturan lalu lintas.
“Bilangnya peraturan dibuat untuk dilanggar,” tulisnya.
Sementara itu, I am Afkar memberikan pandangan berbeda dengan menyoroti lemahnya sistem penegakan hukum.
“Hal seperti ini terjadi bukan karena budaya masyarakatnya, tapi karena sistem yang tidak berjalan dengan baik. Salah satunya tidak ada penindakan tegas seperti tilang. Kalau ditilang sampai sidang, lama-kelamaan masyarakat akan tertib. Hukum dibuat untuk menciptakan keteraturan,” tulisnya.
Di tengah diskusi, Dhonal Paetrick juga melontarkan kritik keras terhadap perilaku peserta kegiatan.
“Jalan sehat tapi otak tidak sehat,” tulisnya singkat.
Pendapat lain disampaikan oleh akun ahmarbahar0 yang menilai pelanggaran aturan merupakan persoalan umum.
“Negara Indonesia ini bukan negara Amerika. Bagaimanapun aturannya diatur, tetap ada pelanggaran di dalamnya,” tulisnya.
Ia menambahkan,
“Teman saya bilang, biar bagaimana pun aturan diperketat, tetap kembali ke pasal kompromi.”
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait pengawasan maupun penindakan pelanggaran lalu lintas yang terjadi di sekitar Masjid Agung Lasusua pada kegiatan tersebut.
Pewarta: Asse


Tinggalkan Balasan