Terang untuk Negeri, Terang untuk Informasi Publik
Di era digital hari ini, media online telah menjadi salah satu pilar utama demokrasi. Informasi bergerak cepat, kebutuhan publik akan berita yang akurat dan terkini semakin tinggi, dan peran pers sebagai penyampai fakta menjadi semakin vital. Namun di balik derasnya arus informasi tersebut, ada satu persoalan mendasar yang kerap luput dari perhatian: ketersediaan listrik dan jaringan internet yang stabil.
Bagi pekerja media online, listrik dan internet bukan sekadar fasilitas penunjang. Ia adalah urat nadi kerja jurnalistik. Tanpa listrik, perangkat tak dapat berfungsi. Tanpa jaringan internet, informasi tak bisa dikirim, diverifikasi, dan disajikan kepada publik. Di banyak daerah di Indonesia, ketika listrik padam, maka secara otomatis jaringan internet ikut terputus. Dalam kondisi seperti ini, deadline berita menjadi korban, dan hak publik atas informasi pun terabaikan.
Kami menyadari, tidak semua masyarakat merasa membutuhkan informasi dari media online. Namun, tidak sedikit pula warga yang menggantungkan diri pada media digital untuk mengetahui perkembangan daerahnya, kebijakan pemerintah, situasi darurat, hingga informasi pelayanan publik. Dalam konteks inilah, media online sejatinya hadir untuk menjembatani negara dan warganya.
Bagi kami para pekerja jurnalistik, ada kebanggaan tersendiri ketika informasi yang disajikan dapat memberi manfaat, menenangkan kegelisahan publik, atau bahkan menjadi dasar pengambilan keputusan masyarakat. Jurnalisme bukan sekadar profesi, tetapi pengabdian. Namun pengabdian ini membutuhkan dukungan nyata dari negara, salah satunya melalui jaminan infrastruktur dasar yang merata.
Kami tidak menutup mata bahwa di tengah banjir informasi, hoaks juga tumbuh subur. Sebagian media memilih jalan pintas demi mengejar jumlah pembaca. Namun bagi TrenNews.id, akurasi adalah harga mati. Kepercayaan publik tidak dibangun dari sensasi, melainkan dari konsistensi menyajikan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Dan untuk menjaga idealisme itu, kami membutuhkan kondisi kerja yang layak termasuk pasokan listrik yang andal.
Ironis rasanya ketika negara menyatakan surplus listrik, sementara masih ada pelosok yang gelap gulita. Masih ada daerah yang akrab dengan pemadaman bergilir. Masih ada wilayah yang lumpuh secara informasi hanya karena lampu padam beberapa jam. Dalam situasi seperti ini, ketimpangan bukan hanya soal terang dan gelap, tetapi juga soal siapa yang berhak mendapatkan informasi dan siapa yang tertinggal.
Editorial ini bukan keluhan semata. Ini adalah seruan nurani. Kami mengetuk hati pemerintah agar surplus listrik benar-benar dirasakan hingga ke pelosok negeri. Agar tidak ada lagi daerah yang terisolasi informasi hanya karena ketiadaan energi. Agar pers, sebagai mitra kritis negara, dapat menjalankan fungsinya secara maksimal.
Terang bukan hanya soal cahaya. Terang adalah simbol keadilan, keterbukaan, dan kemajuan.
Jadikanlah negeri ini terang.
Terang bagi rumah-rumah warga.
Terang bagi sekolah dan puskesmas.
Dan terang bagi media, agar informasi publik tak pernah padam.
— Redaksi TrenNews.id


Tinggalkan Balasan