Kadis PMD Kolaka Utara Dorong Penguatan Tata Kelola dan Kemandirian Ekonomi Desa
Lasusua, TrenNews.id — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kolaka Utara, Dahring, S.TP, menegaskan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan desa dan kemandirian ekonomi masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan desa yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Dahring kepada TrenNews.id, Jumat pagi (16/1/2026). Ia menekankan bahwa kemandirian desa tidak dapat dilepaskan dari kemandirian ekonomi masyarakat desa itu sendiri.
“Kemandirian desa tidak dapat dilepaskan dari kemandirian ekonomi masyarakatnya. Oleh karena itu, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta Koperasi Merah Putih (KDMP) yang saat ini terus dibangun harus menjadi prioritas bersama,” kata Dahring.
Menurutnya, penguatan kelembagaan ekonomi desa menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi desa, sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain aspek ekonomi, Dahring juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan desa. Hal ini mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik di desa, peningkatan kapasitas aparatur dan kelembagaan desa, serta penguatan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan desa.
“Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berharap desa terus diperkuat melalui tata kelola pemerintahan desa yang baik, pelayanan publik yang berkualitas, serta aparatur desa yang profesional dan berintegritas,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pelestarian nilai budaya dan kearifan lokal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan desa. Menurutnya, pembangunan desa harus tetap berpijak pada identitas dan karakter sosial budaya masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Dahring mengingatkan seluruh pemerintah desa bahwa ke depan alokasi dana desa diproyeksikan akan semakin berkurang. Oleh karena itu, desa diminta untuk tidak terus-menerus bergantung pada transfer dana dari pemerintah pusat.
“Dana desa akan semakin berkurang dari tahun ke tahun. Kita tidak bisa terus bergantung pada transfer dana desa. Kondisi ini menuntut desa untuk lebih mandiri dan kreatif dalam mengelola potensi yang dimiliki,” tegasnya.
Untuk menyikapi hal tersebut, Dahring mendorong seluruh kepala desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) agar berani melakukan inovasi serta membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak, khususnya sektor swasta dan perguruan tinggi, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan keberpihakan kepada masyarakat.
“Desa harus berani berinovasi dan menjalin kemitraan dengan pihak swasta, perguruan tinggi, serta lembaga keuangan, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keberpihakan kepada masyarakat desa,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Dahring menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah desa yang selama ini dinilai telah bekerja maksimal dan berkontribusi nyata dalam mendukung program-program pembangunan daerah serta pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kolaka Utara.
“Kerja keras pemerintah desa patut diapresiasi. Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah dan desa harus terus diperkuat agar pembangunan desa dapat berjalan lebih mandiri, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.
Asse


Tinggalkan Balasan