Jumat, 23 Januari 2026

Belanja Seragam Rp1,7 Miliar Diminta Jadi Atensi APH, Penerima Hanya 4.916 Siswa

"Jika mengikuti jumlah penerima, maka Dinas hanya membelanjakan sebanyak 4.916 pasang baju seragam sekolah dan juga sepatu," lanjutnya.
Ilustrasi

Aceh Singkil, TrenNews.id – Uang bantuan sebesar Rp1,7 Milyar yang di kucurkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil untuk pemulihan dampak bencana banjir telah di belanjakan pembelian baju seragam dan sepatu bagi siswa yang sekolahnya terdampak banjir.

Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 40 sekolah mulai jenjang PAUD/TK, SD dan SMP di Kabupaten Aceh Singkil menjadi sasaran penerima manfaat kegiatan tersebut.

Pengadaan ini kemudian dikritik oleh berbagai pihak, mulai dari kalangan Mahasiswa hingga ketua Badan Permusyawaratan Kampung (BPKamp) Tanah Merah yang menilai pembagian tidak merata, lantaran masih ada sekolah terdampak banjir yang tidak masuk dalam pendataan.

Jumlah seragam dan sepatu yang di belanjakan juga dinilai terlalu sedikit. Mengingat anggaran bantuan ini cukup fantastis, mencapai Rp1,7 Milyar. Namun berdasarkan data, hanya sebanyak 40 sekolah dengan total 4.916 siswa yang menjadi penerima.

“Kita sudah melihat data penerima bantuan pakaian seragam dan sepatu ini, sebanyak 40 sekolah jenjang PAUD hingga SMP yang terdata,” kata seorang Mahasiswa yang merupakan Ketua Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat (GPPM) Aceh Singkil, Sabtu (17/1/2026).

Dengan rincian, kata dia, 5 Sekolah PAUD/TK, kemudian 27 Sekolah Dasar dan 8 Sekolah tingkat SMP. “Total siswa penerima berdasarkan hitungan kami melalui pendataan Disdikbud Aceh Singkil itu kurang lebih sebanyak 4.916 pelajar,” terang Masdi.

4.916 siswa penerima itu, lanjut Masdi, meliputi jenjang PAUD/TK sebanyak 186 siswa, kemudian jenjang Sekolah Dasar sebanyak 3.737 siswa dan jenjang Sekolah Menengah Pertama sebanyak 993 siswa.

“Jika mengikuti jumlah penerima, maka Dinas hanya membelanjakan sebanyak 4.916 pasang baju seragam sekolah dan juga sepatu,” lanjutnya.

Dijelaskannya, dengan anggaran sebesar Rp1,7 Milyar untuk pembelian baju seragam dan sepatu tersebut. Maka secara hitung – hitungan sederhana, Rp1,7 Milyar dibagi dengan jumlah penerima sebanyak 4.916 siswa. Dengan demikian, Dinas membeli satu stel baju seragam sekolah beserta sepatu dengan harga yang diduga mencapai Rp 300.000 lebih.

“Menurut kami, ini harga yang sangat fantastis. Sehingga kita nilai pengadaan seragam ini harus menjadi atensi semua pihak. Terutama Aparat Penegak Hukum yang ada,” tutur Masdi.

Dengan harga pembelian yang cukup tinggi tersebut, Masdi menilai tidak menutup kemungkinan adanya potensi tindakan yang diduga dapat merugikan keuangan negara.

“Kita bisa cek harga pasaran baju seragam sekolah dan sepatu merk seperti yang di bagikan tersebut,” tuturnya.

Masdi kembali menegaskan agar kegiatan pengadaan baju seragam oleh Disdikbud Aceh Singkil untuk bantuan siswa terdampak bencana banjir itu menjadi atensi Aparat Penegak Hukum (APH) baik Kepolisian atau Kejaksaan.

Sementara itu, Plt Kadisdikbud Aceh Singkil, Amran Ramli saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan.

Pewarta : Arman Munthe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini