Tak Tersedia Tempat Layak, Siswa Harus Belajar di Teras Sekolah Pasca Longsor
Aceh Singkil, TrenNews.id – Siswa UPTD SPF Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mukti Harapan, Kecamatan Singkohor, Kabupaten Aceh Singkil harus menjalani proses belajar mengajar di ruang terbuka, yaitu dihalaman atau teras sekolah mereka.
Proses belajar mengajar sekolah itu dilakukan di halaman sekolah lantaran ruang belajar di sekolah itu roboh akibat longsor yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.

Kendati longsor yang merobohkan sejumlah ruang belajar di sekolah itu sudah terjadi hampir 2 bulan lalu. Namun hingga kini lokasi sekolah belum juga direlokasi dan tempat belajar sementara yang lebih layak belum juga tersedia.
Akibatnya, siswa sekolah itu sudah hampir dua bulan terakhir harus belajar di halaman atau teras sekolah. Tak jarang siswa di sekolah itu harus belajar dengan paparan terik matahari.
“Proses belajar mengajar terpaksa kita laksanakan di teras sekolah karena belum ada tempat yang lebih layak,” kata Kepala UPTD SPF SDN Mukti Harapan, Ida Enalil saat ditemui awak media beberapa hari lalu.
Untuk sebagian, tambahnya, terutama kelas – kelas rendah, kami melakukan proses belajar mengajar di rumah dinas. Namun rumah dinas tersebut tidak dapat menampung keseluruhan siswa.
Ia memaparkan berbagai kendala yang dialami saat melakukan proses belajar mengajar di ruang terbuka tersebut. Seperti kepanasan dan curahan tempias hujan.
“Kendalanya ya, kalau hari panas anak – anak kena panas. Sementara kalau hujan anak – anak kena tempias air hujan, intinya tidak ada kenyamanan saat proses belajar mengajar,” jelas Ida.
Ida menyebut bahwa kondisi ini sudah di sampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil.
“Kami sudah melaporkan kondisi ini ke dinas, pihak dinas menyampaikan akan dibangun secepatnya. Dengan syarat lokasi harus di relokasi,” tuturnya.
Sementara menunggu relokasi tersebut, ia mengatakan proses belajar mengajar masih berjalan seperti itu, yaitu dilakukan di teras sekolah.
“Mau kami pindah kemana lagi, tidak ada tempat disini,” ungkap Ida.
Ia berharap agar pemerintah daerah dapat mempercepat proses relokasi yang akan dilakukan, sehingga kondisi itu tidak berlarut.
“Kita berharap agar cepat lah di bangun sekolah yang baru, jangan lah kami terus berlarut – larut seperti ini. Karena terus terang kami tidak punya tempat lagi,” harap Ida.
Pewarta : Arman Munthe


Tinggalkan Balasan