Unika St. Paulus: Digitalisasi Kunci Ketahanan Pangan NTT di Tengah Krisis Iklim
Ruteng , TeenNews.id – Universitas Katolik Indonesia (Unika) St. Paulus Ruteng menegaskan pentingnya digitalisasi pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama di tengah tantangan krisis iklim. Komitmen ini mengemuka dalam Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Berkelanjutan (INOPTAN) Seri 4, Senin (19/1/2026).
Rektor Unika St. Paulus, Dr. Agustinus Manfred Habur, menekankan bahwa NTT memiliki sumber daya lokal yang kaya, namun optimalisasinya memerlukan digitalisasi untuk memastikan efisiensi, presisi, dan ketahanan sistem pangan. “Digitalisasi pertanian adalah keharusan untuk menjawab tantangan krisis iklim dan ketimpangan pangan,” tegasnya.
INOPTAN 4 menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang menyoroti pentingnya teknologi pertanian, seperti Internet of Things (IoT), artificial intelligence, drone pertanian, dan sistem irigasi cerdas, untuk meningkatkan produktivitas pangan lokal secara berkelanjutan.
Prof. Tavi Supriana dari Universitas Sumatera Utara menjelaskan bahwa teknologi menjadi pengungkit utama produktivitas tanpa eksploitasi sumber daya berlebihan. Ia juga menyoroti potensi sumber daya lokal NTT, seperti jagung, sorgum, vanili Alor, jambu mete, sapi potong, hingga perikanan dan rumput laut, yang dapat dikembangkan melalui teknologi pertanian berkelanjutan dan sistem traceability digital.
Unika St. Paulus berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan praktisi demi mewujudkan sistem pertanian yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan di NTT. “Kampus harus menghadirkan solusi nyata yang langsung menjawab kebutuhan petani dan peternak di lapangan,” pungkas Rektor Unika Ruteng.
Pewarta : Kordianus Lado


Tinggalkan Balasan