Kedatuan Luwu Resmi Mulai Peringatan Hari Jadi ke-758 dan Perlawanan Rakyat Luwu
Palopo, TrenNews.id – Kedatuan Luwu melaksanakan rangkaian kegiatan adat dan budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Luwu ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80. Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Januari 2026, bertempat di Istana Kedatuan Luwu, Kota Palopo.
Rangkaian peringatan diawali dengan pelaksanaan Tudang Ade atau Sidang Adat Kedatuan Luwu yang digelar pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 09.30 WITA, bertempat di Salassae, Istana Kedatuan Luwu. Tudang Ade merupakan forum adat tertinggi yang menjadi ruang musyawarah para pemangku adat untuk membahas dan meneguhkan nilai-nilai luhur, adat istiadat, serta kebijakan adat Kedatuan Luwu.
Selanjutnya, pada Jumat, 23 Januari 2026, digelar prosesi adat Mappangolo Lise Rakki dan Manre Saperra. Prosesi ini merupakan tradisi membawa hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki, yang dilanjutkan dengan makan bersama sebagai wujud kebersamaan dan persatuan masyarakat Luwu. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada pukul 08.30 WITA di Istana Kedatuan Luwu.
Masih di hari yang sama, rangkaian peringatan ditutup dengan Malam Puncak Hari Jadi Luwu ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80 yang dirangkaikan dengan Malam Anugerah Budaya Luwu. Acara penutupan ini akan digelar pada pukul 19.30 WITA dan menjadi momentum penghormatan kepada tokoh-tokoh adat, budayawan, serta pihak-pihak yang dinilai berjasa dalam menjaga dan melestarikan budaya serta sejarah Tanah Luwu.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Kedatuan Luwu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memuliakan adat, merawat warisan leluhur, serta memperteguh jati diri budaya Luwu di tengah dinamika zaman.
Agenda adat dan budaya tersebut disepakati dan dilaksanakan oleh para tokoh adat serta kepala daerah di wilayah Tanah Luwu dan sekitarnya, di antaranya H. Andi Maradang Maccullau selaku Datu Luwu XI, H. Patahudding selaku Bupati Luwu, Andi Abdullah Rahim selaku Bupati Luwu Utara, H. Naili Trisal selaku Wali Kota Palopo, Ir. H. Irwan Bachri Syam selaku Bupati Luwu Timur, serta Drs. H. Nur Rahman Umar selaku Bupati Kolaka Utara.
Pada pelaksanaan kegiatan hari pertama, turut hadir tamu dari Kabupaten Kolaka Utara. Tampak H. Muhamad Idrus, Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Utara, didampingi Andi Haerul Rijal, Kepala Dinas Perindustrian, serta sejumlah kepala OPD, pejabat sekretariat, dan staf di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara.
Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara tersebut menjadi bentuk dukungan dan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga, menghormati, serta melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Luwu yang memiliki keterikatan historis dan kultural dengan wilayah Kolaka Utara.
Rangkaian peringatan Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ini merupakan agenda tahunan adat dan budaya yang terus dilaksanakan sebagai upaya menjaga kesinambungan tradisi, memperkuat identitas budaya, serta menanamkan nilai sejarah kepada generasi muda masyarakat Tanah Luwu.
Asse
Sumber: IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara


Tinggalkan Balasan