Kamis, 22 Januari 2026

Guru di Manggarai Dibully Brutal di Facebook, Lapor Polisi: ‘Saya Manusia, Bukan Karung Tinju

Guru yang di bully di Facebook lapor polisi

Ruteng, TrenNews.id – Kasus cyberbullying menimpa Emiliana Helni, seorang guru ASN di Kabupaten Manggarai, NTT. Hanya karena beda pendapat soal disiplin siswa, Emiliana dihujat, dihina, hingga dilecehkan di Facebook. Merasa martabatnya diinjak-injak, Emiliana lapor polisi, Rabu (21/1/2026).

“Saya menulis itu sebagai pendidik, sebagai orang tua, dan sebagai warga yang peduli pada anak-anak sekolah. Tapi yang saya terima justru hujatan, fitnah, dan pelecehan yang sangat menyakitkan,” ujar Emiliana usai melapor di Polres Manggarai.

Kasus ini bermula dari unggahan Emiliana di Facebook (15/1/2026) yang mengusulkan pendekatan edukatif dalam mendisiplinkan siswa. Namun, komentarnya dibalas dengan kata-kata merendahkan dan menghina oleh akun bernama Rosina Dewi.

Tak berhenti di situ, Rosina Dewi juga mengunggah tangkapan layar percakapan mereka di Facebook, disertai caption provokatif yang memicu gelombang bullying dari akun-akun lain. Emiliana bahkan disebut “ibu guru bingi bangsa (tolol)” dan disamakan dengan hewan.

“Saya manusia biasa. Saya punya harga diri. Saya punya keluarga dan anak-anak yang membaca semua itu. Saya tidak ingin ini dibiarkan dan dianggap hal biasa,” tegas Emiliana.

Kuasa hukum Emiliana, Nestor Madi, SH., menyebut bahwa kliennya telah mengalami dugaan pelanggaran hukum yang serius di ruang digital. “Ini bukan lagi soal beda pendapat, tetapi serangan terhadap martabat dan kehormatan seseorang,” kata Nestor.

Laporan Emiliana telah diterima oleh Tipidsus Polres Manggarai. Rosina Dewi dan 18 akun Facebook lain dilaporkan atas dugaan pelanggaran pasal terkait pencemaran nama baik, penghinaan, dan perundungan melalui media elektronik. Hingga saat ini, Rosina Dewi belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyoroti bahaya cyberbullying dan perlunya literasi digital yang lebih baik di masyarakat. Kebebasan berekspresi di media sosial harus diimbangi dengan tanggung jawab dan etika yang tinggi.

Kordianus Lado

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini