Dua Bulan Pasca Banjir, Disdikbud Belum Tuntaskan Penyaluran Baju Seragam
Aceh Singkil, TrenNews.id – Dua bulan pasca bencana banjir yang melanda puluhan desa di sejumlah kecamatan pada Kabupaten Aceh Singkil. Baju seragam sekolah plus sepatu dari dana bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk pemulihan pasca bencana belum juga tuntas dibagikan kepada siswa terdampak.
Sebagaimana diketahui, sebesar Rp 1,7 Milyar dana dikucurkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil untuk pengadaan baju seragam plus sepatu bagi siswa terdampak bencana tersebut.
Namun hingga kini, baju seragam dan sepatu gratis itu belum juga diserahkan kepada seluruh siswa terdampak berdasarkan data Dinas tersebut.
Mirisnya, penyaluran bantuan itu terkendala hanya karena menunggu jadwal Bupati Aceh Singkil.
“Masih menunggu jadwal pak Bupati, nanti pas kelapangan saya kabari,” kata Plt Kadisdikbud Aceh Singkil, Amran Ramli, Sabtu (24/1/2026).
Saat ditanya terkait data siswa yang belum menerima seragam tersebut. Amran menyebut setengah dari data belum diserahkan.
“Setengah lagi,” jawabnya singkat.
Sebelumnya, pengadaan seragam sekolah dan sepatu ini juga mendapat kritik dari berbagai pihak, diantaranya kalangan Mahasiswa hingga Badan Permusyawaratan Kampung (BPKamp).
Seorang Mahasiswa yang merupakan ketua Gerakan Mahasiswa Peduli Masyarakat (GPPM), Masdi, menilai harga pembelian seragam plus sepatu itu terlalu tinggi, diduga mencapai Rp 300.000 lebih per pasang baju seragam plus sepatu.
Sehingga ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera melakukan penyelidikan terkait pengadaan tersebut.
Sementara ketua BPKamp Tanah Merah, Aidi Syahputra menyebut program ini tidak merata. Ia mengatakan sekolah PAUD di Desa Tanah Merah yang terdampak banjir tidak terdata sebagai penerima.
Selain PAUD di Desa Tanah Merah itu, Kepala Desa Lae Riman, Anwar juga menyebut PAUD dan SD yang terdampak banjir di Desa Lae Riman juga tidak masuk data penerima manfaat seragam tersebut.
Pewarta : Arman Munthe


Tinggalkan Balasan