BBM Langka, Antrean Panjang Warnai SPBU Batuputih Sejak Sore Hari
Lasusua, TrenNews.id — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite menyebabkan antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Batuputih, Kabupaten Kolaka Utara, sejak Kamis sore (29/1/2026). Antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular hingga ke badan jalan dan sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Pantauan TrenNews.id di lapangan menunjukkan antrean telah terjadi sejak sore hari dan terus berlangsung hingga malam. Untuk menjaga ketertiban serta mencegah kemacetan dan potensi konflik antar pengendara, personel Polsek Batuputih dikerahkan melakukan pengawasan dan pengaturan antrean. Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Batuputih, IPTU Burhan, S.H., yang turut memastikan proses pengisian BBM berjalan tertib.
Berdasarkan hasil penelusuran TrenNews.id, kelangkaan Pertalite di wilayah Kolaka Utara diduga berkaitan dengan terganggunya distribusi BBM akibat penutupan akses jalan di kawasan Luwu Raya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut diduga memicu pergeseran permintaan, di mana sebagian masyarakat dari wilayah terdampak mencari BBM ke daerah sekitar, termasuk Kolaka Utara, sehingga pasokan BBM di sejumlah SPBU menjadi tidak normal.
Sejumlah warga mengaku harus mengantre selama berjam-jam dengan pembatasan pembelian yang diberlakukan oleh pihak SPBU. Pembatasan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen. Namun, kebijakan tersebut dinilai belum mampu mengurai antrean karena belum adanya kepastian terkait jadwal penambahan pasokan.
Investigasi TrenNews.id juga menemukan belum adanya informasi resmi yang disampaikan secara terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi riil stok BBM serta langkah konkret untuk menormalkan distribusi. Ketidakjelasan ini memicu keresahan warga dan mendorong terjadinya pembelian secara berlebihan.
Hingga berita ini diturunkan, antrean pengisian Pertalite di SPBU Batuputih masih terjadi dengan pengawasan aparat kepolisian. Masyarakat berharap adanya langkah cepat, transparan, dan terkoordinasi dari pihak terkait agar distribusi BBM kembali normal dan kelangkaan tidak berlarut-larut.
Dedi Kadir


Tinggalkan Balasan