Rabu, 11 Februari 2026

Wabup Kolaka Utara Soroti Minimnya Perhatian Provinsi terhadap Pembangunan Daerah

Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding

Lasusua, TrenNews.id – Wakil Bupati H. Jumarding, SE menyampaikan kritik terbuka terhadap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terkait minimnya perhatian pembangunan di Kabupaten Kolaka Utara.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui sebuah akun Facebook pada Senin (9/2/2026), yang kemudian menuai perhatian publik.

Dalam pernyataannya, Jumarding menilai berbagai usulan pembangunan yang disampaikan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) selama ini tidak pernah terealisasi.

“Tidak ada yang dikerja. Kita musrembang lalu dibawa, tapi tidak ada yang jadi. Kita dijanji 5 sampai 10 kilometer, tidak ada yang jadi,” ujar Jumarding dalam unggahannya.

Ia juga menyinggung janji tambatan di perahu dan sejumlah wilayah, seperti Tolala dan Lametuna, yang hingga kini belum terealisasi.

“Kita dijanji tambatan di perahu, Tolala, tidak ada yang jadi. Di Lametuna juga tidak ada yang jadi,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Kolaka Utara seolah tidak menjadi perhatian pemerintah provinsi.

“Sepertinya Kolaka Utara tidak dilihat,” katanya.

Jumarding juga mengingat pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tenggara. Ia menyebut, selama kurang lebih 10 tahun, Kolaka Utara masih mendapatkan alokasi anggaran dari provinsi sebesar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar per tahun.

“Dulu minimal dapat 5 sampai 10 miliar. Tapi setelah memenangkan gubernur di Kolaka Utara, tahun 2025 tidak dapat apa-apa,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ada lagi kejelasan terkait dukungan anggaran dari pemerintah provinsi.

Selain itu, Jumarding mengungkapkan pernah berkomunikasi dengan Ketua Tim Percepatan Pembangunan yang ditunjuk gubernur terkait rencana kunjungan ke Kolaka Utara.

“Saya tanya, kapan jalan-jalan ke Kolaka Utara? Dijawab terlalu jauh,” tuturnya.

Mendengar jawaban tersebut, ia mengaku langsung mempertanyakan alasan jarak yang baru dipermasalahkan sekarang.

“Kenapa baru sekarang bilang jauh? Kenapa tidak dari dulu?” katanya.

Asse

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini