Jalan Rusak di Goloworok, PPK Klaim Tak Ada Keluhan, Direksi Lapangan Larang Wartawan Rekam
Ruteng, TrenNews.id – Aroma korupsi menyeruak dari proyek peningkatan kapasitas struktur jalan Cancar-Batas Kabupaten di Desa Goloworok, Kabupaten Manggarai ! Proyek senilai 10 miliar rupiah yang dikerjakan oleh CV. Davidtiano Putra ini diduga kuat menjadi ajang bancakan karena kualitas pekerjaan yang amburadul dan kejanggalan dalam pelaksanaan. Masyarakat meradang dan menuntut keadilan, namun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkesan bungkam dan Direksi Lapangan justru bersikap arogan!
Warga Desa Goloworok tak bisa lagi menahan kekecewaan. Stefanus Jadut, dengan nada geram, mengungkapkan kepada TrenNews.id bahwa dirinya menyaksikan langsung proses penghamparan hotmix yang dilakukan di atas agregat dasar yang masih berlumpur. “Saya lihat langsung itu, mereka lakukan tepat di depan rumah saya ini!” serunya.
Stefanus mempertanyakan integritas pengawasan dari PPK, direksi, dan konsultan. “Dimana mata dan hati nurani mereka saat pelaksanaan?” tanyanya sinis. Ia menduga, kerusakan jalan yang kini terjadi adalah akibat dari fondasi yang dibangun di atas lumpur.
Kejanggalan lain juga diungkapkan Stefanus. Proyek ini baru saja PHO (Provisional Hand Over) dua bulan lalu, namun saat PHO, masih banyak titik kerusakan yang belum diperbaiki. “Kenapa dipaksa di-PHO? Ada apa ini?” tanyanya penuh curiga.
YM, warga lainnya, juga menyuarakan kekecewaannya. Ia mempertanyakan mengapa drainase tidak dibangun di beberapa titik di perkampungan Goloworok, padahal sudah digali. “Kenapa yang lain ada drainasenya? Apa karena anggaran sudah habis dikorupsi?” tanyanya dengan nada getir. YM meminta namanya dirahasiakan karena khawatir akan intimidasi.
Ironisnya, saat dikonfirmasi TrenNews.id, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kabupaten Manggarai, Citra, justru mengklaim tidak ada keluhan dari masyarakat. Terkait drainase yang tidak dikerjakan, Citra berdalih bahwa volumenya memang segitu.
Lebih parah lagi, Direksi Lapangan bernama Ovan justru bersikap arogan dan menghalang-halangi kerja jurnalis! Ia melarang wartawan merekam wawancara dan malah menyuruh mencatat saja. “Kraeng tidak perlu rekam, cukup dicatat saja kalau mau ambil keterangan kami,” ujarnya dengan nada ketus. Ovan juga meminta wartawan mengungkap identitas warga yang mengeluh, seolah ingin melakukan intimidasi. “Siapa masyarakat yang mengeluh begitu, namanya siapa, rumah dan tempat tinggalnya dimana?” tanyanya dengan nada mengancam. Ia bahkan menuduh warga berbohong dan meminta wartawan mencari informasi yang benar.
Sikap PPK yang terkesan membela diri dan Direksi Lapangan yang arogan menunjukkan adanya indikasi kuat upaya menutupi kebenaran. Masyarakat Goloworok tidak akan tinggal diam. Mereka akan terus berjuang menuntut keadilan dan meminta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan mengusut tuntas dugaan korupsi dalam proyek ini. Rakyat tidak boleh dibodohi! Jalan yang berkualitas adalah hak masyarakat, bukan lahan basah bagi para koruptor!
Kordianus Lado


Tinggalkan Balasan