Jumat, 13 Februari 2026

Amanah Lebih Tinggi dari Jabatan: Pesan Moral Wabup Kolut untuk Kolaka Utara

Wabup Kolut pimpin gerakan berantas tikus di Ranteangin

Lasusua, TrenNews.id — Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, menegaskan komitmennya untuk menjaga amanah rakyat dan menjalankan pengawasan pemerintahan secara terbuka dan bertanggung jawab, Jum’at (13/2/2026).

Hal tersebut disampaikannya dalam dialog bersama Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kolaka Utara, Andi Baso Mappangile, yang membahas persoalan pengawasan, pemerataan pembangunan, serta tanggung jawab jabatan.

Dalam dialog tersebut, Andi Baso menyampaikan kegelisahan masyarakat terkait masih adanya wilayah di Kolaka Utara yang dinilai belum tersentuh pembangunan secara merata.

Menanggapi hal itu, Jumarding menegaskan bahwa pengawasan tidak boleh dijalankan sebatas formalitas birokrasi.

“Jika pengawasan hanya menjadi rutinitas, maka jabatan ini kehilangan maknanya. Saya tidak disumpah untuk menjadi penonton,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa setiap temuan dalam penyelenggaraan pemerintahan harus diakui dan diperbaiki.

“Setiap temuan harus diakui terlebih dahulu sebelum diperbaiki. Menyampaikannya adalah kewajiban moral, bukan pilihan politis,” katanya.

Jumarding juga menanggapi anggapan bahwa sikap kritis dapat mengganggu stabilitas pemerintahan. Menurutnya, stabilitas yang dibangun di atas sikap diam bukanlah stabilitas yang sesungguhnya.

“Pemerintahan yang kuat adalah pemerintahan yang berani mendengar koreksi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah dari rakyat, bukan simbol kekuasaan.

“Pemilik amanah yang sesungguhnya adalah rakyat. Jabatan ini adalah titipan kepercayaan,” tuturnya.

Terkait ketimpangan pembangunan antarwilayah, Jumarding menyatakan bahwa negara tidak boleh hadir secara tidak merata.

“Jika ada ketimpangan, maka itu harus diluruskan, bukan dijelaskan,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa sikap terbuka dan kritis mengandung risiko politik. Namun, menurutnya, risiko tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab jabatan.

“Jabatan memang tidak pernah menjanjikan kenyamanan. Ia menuntut keberanian,” katanya.

Di akhir dialog, Jumarding menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara konsisten.

“Selama saya diberi mandat, saya akan memastikan pengawasan tidak berhenti sebagai kata-kata,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa diam terhadap ketidakadilan bukanlah pilihan bagi seorang pemegang amanah.

“Saya dipilih untuk menjaga kepercayaan. Dan kepercayaan itu akan saya pertahankan,” pungkasnya.

Dialog tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi, pengawasan, dan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan merata di Kolaka Utara.

Asse

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini