Rabu, 11 Februari 2026

Beragam Tanggapan Warganet Soal Video TikTok Tanggapi Pernyataan Wabup Kolaka Utara

Ridwan Badallah

Lasusua, TrenNews.id — Unggahan video di akun TikTok @eRBe#bersuara milik Ridwan Badallah yang menanggapi pernyataan H. Jumarding, Wakil Bupati Kolaka Utara, memicu beragam reaksi dari masyarakat di media sosial.

Rabu pagi (11/2/2026), redaksi TrenNews.id mengutip sejumlah tanggapan warganet yang berkembang di grup WhatsApp Kolaka Utara terkait polemik tersebut.

Sejumlah warganet memberikan tanggapan yang beragam terhadap isi video tersebut, baik yang mendukung, mengkritik, maupun memberikan penilaian netral terhadap sikap kedua belah pihak.

Salah seorang warganet menilai tanggapan Rudwan sudah cukup proporsional, namun menyoroti cara penyampaiannya.

“Kalau bahasa yang digunakan RB dalam tanggapannya sudah cukup proporsional, hanya saja gestur dan kata-katanya kurang bagus untuk ukuran jabatan dan gelar akademik yang dimiliki,” tulis akun #MHW.

Sementara itu, warganet lain justru mendukung pernyataan Wakil Bupati yang disampaikan melalui media sosial. Menurutnya, keterbukaan kepada publik diperlukan.

“Sudah sepantasnya Pak Wakil Bupati terbuka kepada publik bahwa Kolaka Utara seolah-olah dianaktirikan oleh Pemprov Sultra,” tulis salah satu anggota grup.

Warganet tersebut juga menambahkan bahwa apa yang disampaikan Wakil Bupati dinilai sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Dan apa yang disampaikan Pak Wabup di media memang fakta,” lanjutnya.

Di sisi lain, sebagian warganet mengkritik cara Rudwan menyampaikan pendapat dalam videonya.

“Keliatan area-areanya ini orang. Kalau dia bilang Pak Jumarding tidak pantas berstatement, justru dia jauh lebih tidak pantas menyampaikan narasi dengan gestur seperti itu,” tulis seorang pengguna.

Komentar bernada sindiran juga muncul dalam diskusi tersebut.

“Memang begitu kalau cakar, murahan,” tulis Syahlan Launu disertai emoji tawa.

Sementara itu, La Ode Lisman menilai, seharusnya Rudwan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangannya di ruang publik.

“Lebih bijak apabila beliau memilih untuk tidak berkomentar, daripada menyampaikan pernyataan yang justru kurang tepat dan berpotensi bertentangan dengan sikap resmi Gubernur,” tulisnya.

Beragam tanggapan tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat terkait polemik pernyataan Wakil Bupati dan respons yang disampaikan melalui media sosial.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara terkait ramainya perbincangan publik tersebut.

Asse

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini