Bupati Kolaka Utara Paparkan Strategi Tekan Pengangguran di Forum Nasional Kemendagri
Lasusua, TrenNews.id – Bupati Kolaka Utara, Drs. H.Nurrahman Umar, MH mempresentasikan capaian dan strategi penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di hadapan tim penilai nasional dalam forum Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Rabu (1/4/2026).
Dalam pemaparannya, Bupati didampingi sejumlah pimpinan OPD, di antaranya Kepala Bappeda, perwakilan BPKAD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta Dinas Kominfo. Presentasi dilakukan secara langsung dan terhubung melalui rapat virtual dari Media Center Kantor Bupati Kolaka Utara.
Bupati menyampaikan paparan komprehensif mulai dari profil daerah, kondisi ketenagakerjaan, hingga arah kebijakan dan program strategis yang dijalankan pemerintah daerah.
Kabupaten Kolaka Utara memiliki luas wilayah 2.933,05 km² yang terbagi dalam 15 kecamatan, 6 kelurahan, dan 127 desa. Secara geografis, wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Luwu Timur di utara, Kolaka Timur di timur, Teluk Bone di selatan, serta Kabupaten Kolaka di barat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah penduduk Kolaka Utara mencapai 145.679 jiwa dengan laju pertumbuhan 1,44 persen. Kecamatan Lasusua tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar, sementara Tolala memiliki laju pertumbuhan tertinggi.
Dari sisi ketenagakerjaan, struktur tenaga kerja masih didominasi sektor pertanian dengan kontribusi sekitar 49 persen pada 2025. Sektor jasa menyerap sekitar 40 persen tenaga kerja, sedangkan sektor manufaktur berada di kisaran 10 persen.
Bupati juga menyampaikan tantangan kualitas tenaga kerja, di mana lulusan pendidikan SD ke bawah masih mendominasi. Sementara lulusan SMA dan perguruan tinggi menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, indikator ketenagakerjaan menunjukkan tren positif. Jumlah penduduk bekerja meningkat dari 77.615 orang pada 2023 menjadi 86.717 orang pada 2025. Di sisi lain, jumlah pengangguran berhasil ditekan dari 1.778 orang pada 2023 menjadi 1.424 orang pada 2025.
“Meski mengalami penurunan, tingkat pengangguran masih bersifat fluktuatif. Hal ini dipengaruhi keterbatasan infrastruktur, ketergantungan pada sektor pertanian tradisional, serta rendahnya kualitas dan relevansi keterampilan tenaga kerja,” ujar Bupati.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara mengusung visi pembangunan daerah yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur, serta peningkatan nilai tambah komoditas unggulan.
Sejumlah kebijakan strategis yang dijalankan meliputi sertifikasi kompetensi tenaga kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK), perluasan lapangan kerja berbasis UMKM, serta hilirisasi sektor pertanian.
Pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan program ketenagakerjaan pada periode 2027–2028, di antaranya peningkatan produktivitas tenaga kerja hingga 87 persen serta penempatan tenaga kerja hingga 79,18 persen.
Sebagai langkah konkret, Pemda Kolaka Utara mengalokasikan 21 persen APBD 2025 untuk penanganan pengangguran. Program unggulan yang dijalankan meliputi revitalisasi kakao seluas 18.000 hektare, pelatihan pengolahan hasil pertanian seperti cokelat, kopi, kelapa, dan nilam, serta pelatihan berbasis kompetensi seperti pengelasan, garmen, komputer, dan kelistrikan.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan pelatihan operator alat berat berbasis simulator serta bantuan sarana usaha bagi masyarakat, mulai dari bengkel, pertukangan, menjahit, usaha kuliner, hingga alat tangkap nelayan.
Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi dengan perusahaan tambang dalam penyerapan tenaga kerja lokal serta sinergi dengan kementerian dalam program pelatihan dan dukungan permodalan.
Sejumlah inovasi daerah turut menjadi andalan, seperti program revitalisasi dan hilirisasi kakao yang mampu menyerap 27.800 tenaga kerja, pelatihan alat berat sektor tambang sebanyak 1.393 tenaga kerja, serta pengembangan UMKM yang melibatkan 1.200 tenaga kerja.
“Fokus kami sederhana, bagaimana masyarakat bisa bekerja, punya penghasilan, dan ekonomi daerah bergerak,” tegas Bupati.
Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menegaskan komitmennya dalam menekan angka pengangguran melalui kebijakan berbasis data, program terukur, serta inovasi yang berkelanjutan. (As)
Sumber: IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara



Tinggalkan Balasan