Cegah Proyek Mangkrak, Neni Minta Lelang Infrastruktur Digelar Sejak Awal Tahun
Bontang, TrenNews.id — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar melaksanakan proses lelang proyek sejak awal Januari 2026. Kebijakan tersebut diambil untuk mencegah keterlambatan realisasi pembangunan serta menghindari potensi proyek mangkrak akibat keterbatasan waktu pengerjaan.
Neni menilai, lelang yang dilakukan lebih dini akan memberikan ruang waktu yang cukup bagi pelaksanaan pembangunan, sehingga hasil pekerjaan dapat lebih optimal dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Saya sudah perintahkan lelang di awal 2026. Jangan di pertengahan, nanti malah terlambat. Agar pembangunan bisa segera dinikmati masyarakat, tidak perlu menunggu akhir tahun,” ujar Neni.
Meski mendorong percepatan, Neni menegaskan seluruh proses lelang harus tetap dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, pelaksanaan pembangunan wajib mengikuti perencanaan serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Semua harus terjadwal. Tidak boleh ada yang terlambat lelang,” tegasnya.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Bontang akan melaksanakan sejumlah proyek infrastruktur, di antaranya penurapan sungai, pembangunan saluran drainase, serta proyek tahun jamak (multiyears contract) revitalisasi Waduk Kanaan. Seluruh proyek tersebut difokuskan untuk mendukung upaya penanggulangan banjir di wilayah Bontang.
Selain sektor pengendalian banjir, Pemkot Bontang juga merencanakan pembangunan infrastruktur pendukung pendidikan, peningkatan jalan, serta penguatan sarana dan prasarana kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pewarta: Riyan


Tinggalkan Balasan