Elon Musk Dirikan America Party: Tantang Dua Partai Lama demi ‘Kebebasan Rakyat AS’
Washington, TrenNews.id – Miliarder sekaligus CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, kembali mengejutkan publik dunia. Kali ini bukan soal teknologi luar angkasa atau mobil listrik, melainkan langkah politik besar, pembentukan partai politik baru bernama “America Party”.
Melalui akun X pribadinya, Musk menyampaikan bahwa partai ini hadir sebagai bentuk jawaban atas keresahan publik Amerika Serikat terhadap sistem politik dua partai yang selama ini mendominasi.
“America Party akan mengembalikan kebebasan Anda. Dengan rasio 2 banding 1, rakyat Amerika menginginkan partai baru dan Anda akan mendapatkannya!” tulis Musk dalam unggahan pada Sabtu malam waktu setempat (6/7/2025).
Langkah ini menandai keterlibatan politik langsung Musk di panggung nasional. Namun, ia menegaskan bahwa America Party tidak bertujuan merebut kekuasaan secara masif, melainkan ingin memainkan peran strategis.
“Kami menargetkan 2–3 kursi di Senat dan 8–10 kursi di DPR sebagai permulaan. Kami bukan tentang kekuasaan, kami tentang perubahan,” ujar Musk dalam wawancara terbatas yang dikutip dari The Atlantic.
Pendirian partai ini juga disebut sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpercayaan publik terhadap Partai Demokrat dan Republik. Survei Gallup terbaru mencatat lebih dari 60% pemilih independen merasa sistem politik AS stagnan dan tidak merepresentasikan suara rakyat.
Musk, yang selama ini dikenal dengan pandangan liberal dalam teknologi namun konservatif dalam ekonomi dan kebebasan sipil, tampak ingin membawa narasi “kebebasan rakyat” kembali ke garis depan.
“Kita butuh transparansi, meritokrasi, dan keberanian untuk melawan sistem yang korup. America Party hadir sebagai alternatif rasional, bukan ekstrem,” tulis Musk lagi.
Respon terhadap pengumuman ini terbelah. Di satu sisi, pendukung Musk menyambut langkah tersebut sebagai “angin segar demokrasi baru”. Namun tak sedikit pula yang skeptis dan menganggap partai ini hanya akan menambah polarisasi.
Analis politik dari CNN, Daniel Brooks, menyebut langkah ini “berani namun berisiko”, mengingat sejarah partai ketiga di AS yang kerap berujung gagal di level nasional.
“Tapi jangan lupakan, ini Elon Musk. Ia punya modal, pengaruh, jaringan teknologi, dan daya tarik global. Tidak bisa diremehkan,” ujar Brooks.
Dengan pemilu sela (midterm election) 2026 yang kian dekat, pembentukan America Party menjadi sinyal bahwa lanskap politik Amerika sedang memasuki babak baru. Jika sukses merebut kursi, partai ini bisa menjadi penentu kebijakan penting di Kongres.
Apakah ini awal dari runtuhnya dominasi dua partai lama? Atau hanya langkah politis impulsif dari salah satu tokoh paling kontroversial abad ini? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Pewarta: Andi

Tinggalkan Balasan