Jumat, 30 Januari 2026

Gandeng Sekolah di Manggarai, NTT Mart Dorong ASN dan Masyarakat Belanja Produk Lokal

Bupati Manggarai Herybertus G.L.Nabit bersama Gubernur NTT Melky Laka Lena saat mengunjungi NTT Mart di SMAN 2 Langke Rembong.

Ruteng, TrenNews.id — Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, mengapresiasi kehadiran NTT Mart di wilayah Kabupaten Manggarai sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi lokal. Ia menegaskan pentingnya peran masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN), dalam mendukung pemasaran produk lokal.

“Kami mengapresiasi kehadiran NTT Mart di Manggarai. Kualitas produk, harga yang kompetitif, serta pelayanan harus menjadi prioritas. Kami juga mengajak seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di NTT Mart,” ujar Bupati Herybertus saat peresmian gerai tersebut.

Ia berharap keberadaan NTT Mart tidak hanya menjadikan masyarakat Manggarai sebagai konsumen produk luar daerah, tetapi juga mampu mendorong lahirnya produsen lokal yang produknya dapat dipasarkan ke berbagai daerah melalui jaringan NTT Mart.

NTT Mart di Manggarai tercatat sebagai yang pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan, yakni SMAN 2 Langke Rembong. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zeth Soni Libing, menyebutkan bahwa sebelumnya NTT Mart telah bermitra dengan Dekranasda dan lembaga keagamaan.

“Di Manggarai, ini menjadi contoh pertama kerja sama NTT Mart dengan sekolah. Tujuannya untuk memperkenalkan produk-produk lokal kepada generasi muda sekaligus mengimplementasikan Gerakan Beli NTT,” jelas Zeth.

Gerai NTT Mart by UBSP Lembu Nai SMAN 2 Langke Rembong dikelola langsung oleh Koperasi Sekolah SMAN 2 Langke Rembong. Pengelolaan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi kewirausahaan bagi siswa sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal.

Peresmian NTT Mart tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis produksi lokal serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kordianus Lado

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini