Jumat, 6 Maret 2026

Gubernur Sultra Laksanakan Safari Ramadhan Di Kota Baubau

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, saat Safari Ramadan di Rumah Jabatan Wali Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis (5/3/2026). Andi Sumangerukka menyerahkan sembako secara simbolis pada masyarakat yang hadir

Baubau, TrenNews.id – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR) melaksanakan safari ramadhan di Kota Baubau,Sulawesi Tenggara, Kamis (5/3/2026).

Asr menyampaikan meminta maaf karena belum maksimal dalam menjalankan tugasnya selama saya menjabat setahun ini.

Mantan Pangdam XIV/Hasanuddin ini tampak menggunakan baju muslim berwarna putih dan songkok hitam.

Sesampainya di Rujab Walkot Baubau, pemilik akronim nama ASR ini, langsung menyerahkan sembako secara simbolis pada masyarakat yang hadir.

Kurang lebih 200 bingkisan dibagikan pada masyarakat kota yang dipimpin Yusran Fahim dan Wa Ode Hamsinah Bolu ini.

Dalam sambutannya, orang nomor satu di provinsi dengan julukan Bumi Anoa ini, mengucapkan permohonan maafnya karena belum maksimal setahun menjabat.

“Saya bersama Ir Hugua, sudah melaksanakan kemimpinan selama satu tahun, saya menyadari dan meyakini bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan. Belum sepenuhnya sesuai dengan pelayanan-pelayanan yang dilakukan,” jelasnya.

Menurutnya masalah kesehatan, pendidikan hingga kesejahteraan belum maksimal dilakukan di Sulawesi Tenggara.

Mantan Kepala BIN Daerah Sultra ini juga menjelaskan, kekuatan pemerintah daerah ialah kebijakan dan politik fiskal yang awalnya dipikir mudah dilakukan.

Namun setelah dijalani terdapat aturan-aturan yang harus dipatuhi.

ASR memberi contoh janjinya pada Kota Baubau untuk membantu pelebaran Bandara Betoambari.

“Sudah satu tahun ini belum bisa terealisasi, tahun ini baru bisa terealisasi. Nah itu karena apa? Karena bicara tentang fiskal banyak aturan-aturan yang harus dilewati. Manakala tidak sesuai dengan prosedur, maka kita nanti akan dipersalahkan oleh aparat penegak hukum,” jelasnya.

Untuk itu, ASR memohon maaf mengenai kesejahteraan yang belum menyeluruh di 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
“Kami akan selalu tetap berkomitmen di tengah efisiensi, di tengah keterbatasan yang kita miliki. Kami tetap akan berfokus pada bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.(Nandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini