Senin, 1 Desember 2025

IMMAPOL Kupang Ajarkan Mahasiswa ‘Racik’ Pestisida Alami: Selamatkan Petani dari Kimia Berbahaya

Sejumlah anggota Ikatan Mahasiswa Manggarai Politani dan anggota baru bersantai usai menggelar pelatihan.

Kupang, TrenNews.id – Mahasiswa di Kupang kini punya bekal baru untuk membantu petani! Ikatan Mahasiswa Manggarai Politani (IMMAPOL) Kupang baru saja menggelar pelatihan pembuatan pestisida nabati dari tembakau dan serai (30/11/2025), membekali anggotanya dengan solusi murah dan ramah lingkungan untuk mengatasi hama.

IMMAPOL Kupang memang dikenal aktif dalam mengkampanyekan pertanian berkelanjutan. Pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen mereka. Peserta diajak memahami dasar-dasar pestisida nabati, manfaat tembakau dan serai sebagai insektisida alami, serta praktik langsung membuat pestisida.

Patris Gaur, pemateri dalam pelatihan tersebut, menekankan bahaya penggunaan pestisida kimia yang berlebihan. “Pestisida kimia bisa memicu resistensi hama, merusak tanah, dan mengancam kesehatan petani. Pestisida nabati adalah solusi yang lebih baik, lebih murah, dan lebih aman,” jelasnya.

Tiborteus Kani, Ketua IMMAPOL, menambahkan bahwa organisasinya bukan hanya sekadar tempat berkumpul mahasiswa Manggarai, tetapi juga wadah untuk belajar, berinovasi, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Rendy Sanggur, senior IMMAPOL, mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan. “Jangan hanya jadi penonton! Mari kita gunakan ilmu dan kreativitas kita untuk membantu petani,” serunya.

Yulianus Fendri, Ketua Panitia Pelatihan, mengatakan kegiatan ini akan menjadi agenda rutin IMMAPOL. “Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi pertanian berkelanjutan, sekaligus meningkatkan keterampilan mahasiswa di bidang pertanian,” pungkasnya.

Dengan pelatihan ini, IMMAPOL Kupang berharap dapat mengurangi ketergantungan petani pada pestisida kimia berbahaya, serta mendorong penggunaan bahan-bahan alami yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Pewarta: Kordianus Lado

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini