Kamis, 12 Februari 2026

Jaga Produktivitas Padi, Wabup Kolut Pimpin Gerakan Berantas Tikus di Ranteangin

Wakil Bupati, H. Jumarding saat Pimpin Gerakan Berantas Tikus di Ranteangin

Lasusua, TrenNews.id – Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, memimpin langsung gerakan bersama pemberantasan hama tikus di areal persawahan Kelurahan Ranteangin, Kecamatan Ranteangin, Rabu (12/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat Ranteangin, Kapolsek, Danramil, para penyuluh pertanian, serta DPD Tani Mandiri Indonesia (TMI). Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga turun langsung ke sawah bersama petani. Ia mengaplikasikan metode pemberantasan hama dengan membakar petasan atau bom tikus beracun, lalu memasukkannya ke dalam lubang sarang tikus. Asap beracun yang dihasilkan menyebar ke seluruh lorong sarang sehingga efektif mematikan tikus di dalam liang.

Selain itu, digunakan pula tablet racun berbentuk dadu yang dimasukkan ke dalam lubang sarang. Tablet tersebut memiliki bau dan rasa yang kuat serta bekerja secara sistemik, sehingga dapat menekan populasi hama secara menyeluruh.

Dalam sambutannya, Jumarding menegaskan bahwa tikus merupakan salah satu hama utama tanaman padi yang sangat merusak dan berkembang biak dengan cepat. Serangan hama dapat terjadi sejak masa tanam hingga menjelang panen, bahkan dalam waktu singkat mampu menghabiskan hamparan padi dan menyebabkan kerugian besar bagi petani.

“Kalau baju Bapak dan Ibu basah oleh keringat, maka baju saya pun harus siap kotor. Pemerintah tidak boleh takut kotor demi kesejahteraan petani,” tegasnya.

Ia menjelaskan, gerakan tersebut merupakan bagian dari dua aksi nyata pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian. Pertama, revitalisasi kelompok tani yang berlandaskan kejujuran, keadilan, dan keterbukaan.

“Bantuan harus benar-benar sampai ke tangan yang memegang cangkul, bukan yang hanya memegang berkas. Tidak boleh ada lagi petani yang merasa dianaktirikan. Komunikasi antara petani, lurah, camat, dan penyuluh harus terbuka tanpa sekat birokrasi,” ujarnya.

Kedua, pengendalian hama tikus secara serentak dan menyeluruh. Menurutnya, pemberantasan tidak akan efektif jika dilakukan secara parsial.

“Kalau satu sawah bersih tapi sawah lainnya kotor, tikus akan tetap berkembang. Hama tikus tidak bisa dihadapi sendiri-sendiri. Hari ini kita berantas bersama, kita tumpas dari pangkalnya,” katanya.

Jumarding juga menyebut lurah dan penyuluh sebagai “mata ketiga” pemerintah di lapangan yang memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran. Ia berharap Ranteangin dapat menjadi contoh bagi desa dan kecamatan lain di Kolaka Utara dalam pengelolaan pertanian yang solid, transparan, dan berbasis gotong royong.

Sementara itu, Kepala Bidang IKP dan Kehumasan Dinas Kominfo Kolaka Utara, Syahlan Launu, SH, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian.

“Gerakan ini menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah petani, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga aksi langsung di lapangan. Kami dari Diskominfo akan terus mendukung publikasi dan penyebaran informasi agar program-program seperti ini diketahui luas oleh masyarakat,” ujar Syahlan.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

“Dengan keterlibatan semua pihak, diharapkan hasil panen petani semakin meningkat dan kesejahteraan masyarakat Kolaka Utara dapat terus terjaga,” katanya.

Gerakan pemberantasan hama tikus ini diharapkan mampu menekan populasi hama secara signifikan, menjaga hasil panen petani, serta memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Kolaka Utara.

Asse
Sumber: IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini