Kemiskinan Renggut Nyawa di Ngada: Gubernur NTT Evaluasi, Kades Ungkap Kondisi Keluarga Korban Bunuh Diri
Ngada,TrenNews.id – Peristiwa tragis bunuh diri yang dilakukan seorang siswa Sekolah Dasar (SD) berinisial YBR (10) di Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (29/1/2026) telah menggugah keprihatinan dan menjadi sorotan terhadap realitas kemiskinan di NTT.
Korban YBR diduga nekat mengakhiri hidupnya karena persoalan ekonomi keluarga yang tidak mampu membeli buku dan bolpoin.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan rasa prihatin mendalam dan menyebut peristiwa ini sebagai tragedi kemanusiaan yang menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah (NTT dan Ngada).
“Saya berharap ini cukup sudah, dan ini menjadi yang terakhir. Jangan sampai ada lagi yang mati karena miskin,” tegas Gubernur Melki. Ia juga mengaku malu karena peristiwa ini telah menjadi perhatian nasional dan turut dibahas di Komisi X DPR RI dan sejumlah Menteri.
Gubernur Melki juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Ngada untuk mengurus pemakaman korban secara layak dan bermartabat, serta mengingatkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT agar memberikan perhatian serius pada pendidikan dasar.
Gubernur menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di NTT, serta mengoptimalkan bantuan PKH, BLT, dan bantuan-bantuan lain agar masyarakat tidak mati hanya karena alasan miskin.
Sementara itu, Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan pendataan dan verifikasi legalitas kependudukan terhadap ibu korban, MGT (47), yang masih berstatus sebagai warga Kabupaten Nagekeo.
Kades Dion juga mengaku telah meminta Mama MGT agar kelima anaknya diurus untuk masuk dalam Kartu Keluarga neneknya agar bisa mendapatkan bantuan PKH, BLT maupun Bansos. Namun, permintaan itu diabaikan hingga akhirnya terjadi musibah ini.
“Anak ini (YBR) merupakan potret masa depan desa. Kami sungguh merasa kehilangan yang mendalam. Semoga peristiwa ini menjadi pesan kemanusiaan agar orang tua dan tetangga lebih peka terhadap kondisi psikologis dan kebutuhan anak-anak kita,” pungkas Kades Dion.
Kordianus Lado


Tinggalkan Balasan