Sabtu, 14 Maret 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Diduga Hina Pejabat, DPRD Diminta Bertindak Tegas

Tobias Suman didampingi pengacara saat membuat Laporan resmi dugaan penghinaan yang dilakukan oleh Ketua DPRD Matim di Polres Manggarai Timur.

Borong, TrenNews.id – Insiden memalukan kembali mencoreng wajah DPRD Manggarai Timur setelah seorang mantan Sekretaris Dewan, Thobias Suman, melapor ke Satuan PAMAPTA Polres setempat pada Jumat (13/3/2026). Ia menuding Ketua DPRD, Salesius Medi, melakukan penghinaan keras di ruang sidang, menyebutnya dengan kata-kata kasar seperti “monyet kau” dan “bangsat,” serta mengancam akan menyelesaikan persoalan itu di luar rapat maupun di kediaman pribadi.

Peristiwa memalukan ini terjadi saat rapat evaluasi kesekretariatan di ruang Sidang Utama DPRD pada 29 April 2025 lalu. Meski sudah melapor secara resmi sejak Mei 2025 dan mengikuti proses mediasi, hingga kini tidak ada langkah tegas dari Badan Kehormatan DPRD Manggarai Timur. Lebih parah lagi, upaya klarifikasi dari Thobias tentang perkembangan penanganan pengaduannya hanya berujung diam dan tanpa transparansi.

Kejadian ini tidak hanya mencerminkan melemahnya standar etika anggota legislatif, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar soal integritas dan akuntabilitas lembaga yang seharusnya menjadi benteng moral rakyat. Bagaimana seorang pimpinan lembaga negara bersikap angkuh dan kasar kepada warga sipil, sementara pengawas internal justru gagal menegakkan keadilan secara objektif?

Publik dan berbagai pihak yang peduli menuntut Badan Kehormatan DPRD segera bertindak adil dan terbuka dalam menuntaskan kasus ini. Kasus ini harus menjadi momentum bagi DPRD untuk membuktikan bahwa moral, etika, dan keadilan harus ditegakkan, bukan hanya sekadar formalitas di atas kertas. Jika lembaga ini sendiri gagal menegakkan disiplin dan integritas, siapa lagi yang akan menjaga kehormatan dan kepercayaan rakyat?

Masyarakat menanti langkah nyata dan bukan janji palsu. Ketua DPRD dan Badan Kehormatan harus segera mengambil sikap tegas agar insiden penghinaan ini tidak menjadi preseden buruk yang merusak moral birokrasi dan kepercayaan publik di Manggarai Timur. Ingatlah, keadilan dan keberanian adalah kunci untuk memulihkan martabat lembaga legislatif yang sudah tercoreng. (Kordianus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini