Korban Banjir ‘Geruduk’ Kantor Bupati, Protes Nama Hilang Dari Daftar Bantuan
Aceh Singkil, TrenNews.id – Puluhan warga terdampak banjir di Aceh Singkil menggeruduk Kantor Bupati yang berada di Kecamatan Singkil, Rabu (4/3/2026).
Aksi protes itu dipicu atas kekecewaan lantaran nama mereka disebut hilang dari daftar penerima bantuan banjir.
Massa terlebih dahulu mendatangi kantor BPBD Aceh Singkil sebelum menuju kantor Bupati. Namun kedatangan mereka di kantor BPBD itu tak juga mendapat kepastian sehingga massa langsung bergerak ke kantor Bupati dengan tujuan meminta penjelasan secara langsung.
Puluhan warga itu berasal dari Kampung Ujung Bawang dan Selok Aceh, Kecamatan Singkil, serta Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara.
Mereka berkumpul di halaman kantor Bupati dan sempat mencoba masuk dengan tujuan bertemu Bupati Safriadi Oyon secara langsung. Namun, kepala daerah dikabarkan sedang tidak berada di tempat.
Upaya massa masuk ke kantor Bupati itu kemudian diredam aparat Satpol PP yang terpantau langsung dipimpin Plt Kasatpol PP dan WH Aceh Singkil, Afrijal, didampingi Kabag Protokoler Setdakab Sabran.
Didepan kantor Bupati, warga melampiaskan kekecewaannya. Mereka beradu argumen dengan aparat Satpol PP yang berada di lokasi.
“Kami semua terdampak banjir. Awalnya nama kami ada, sekarang hilang. Kalau tidak adil, lebih baik tidak usah ada yang dapat!” teriak salah seorang warga, disambut sorakan warga lainnya.
Perwakilan waga dari Desa Ujung Bawang menjelaskan, awalnya desa mengirim data 333 kepala keluarga (KK) terdampak ke pemerintah kabupaten melalui dinas terkait dan BPBD. Mirisnya, setelah diverifikasi tim kabupaten, jumlah itu menyusut menjadi 178 KK. Namun dalam daftar akhir yang keluar, hanya tersisa 61 KK penerima bantuan.
“Ini yang membuat warga marah. Dari ratusan, tinggal puluhan. Yang lain ke mana?” ujar kepala dusun yang hadir dilokasi.
Warga juga mempertanyakan mekanisme verifikasi yang dinilai tidak transparan. Banyak di antara mereka merasa kondisi rumahnya layak masuk kategori rusak, tetapi justru tak tercantum dalam daftar penerima.
Dilokasi, Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Faisal, sempat menemui massa dan meminta warga menyampaikan aspirasi secara tertib melalui perwakilan.
Namun hingga aksi berakhir, warga belum mendapatkan keputusan maupun kepastian yang bisa dibawa pulang warga.
Untuk diketahui, bantuan rumah bagi korban banjir bersumber dari pemerintah pusat dengan tiga kategori: rusak ringan Rp 15 juta, rusak sedang Rp 30 juta, dan rusak berat Rp 60 juta yang ditransfer langsung ke rekening penerima.
Pewarta : Arman Munthe


Tinggalkan Balasan