Limbah Kayu Disulap Jadi Lampu Hias Bernilai Seni Tinggi, Karya Maryanto Mulai Dipesan Hingga ke Kendari
Lasusua, TrenNews.id — Kreativitas tanpa batas kembali ditunjukkan oleh seniman asal Kolaka Utara, Maryanto. Setelah sebelumnya dikenal dengan karya seni dari limbah tempurung kelapa, kini ia kembali menghadirkan inovasi baru yang tak kalah menakjubkan, lampu hias dari limbah kayu yang memancarkan nilai estetika dan keindahan alami.
Bagi Maryanto, seni bukan hanya tentang keindahan rupa, tetapi juga tentang memberi kehidupan baru pada sesuatu yang dianggap tak bernilai. Potongan kayu bekas yang biasanya berakhir sebagai limbah, ia olah menjadi lampu hias duduk dengan sentuhan artistik yang menawan. Saat cahaya temaram menembus serat-serat kayu, karya itu menghadirkan suasana hangat dan alami yang menenangkan.
“Setiap potongan kayu punya bentuk dan cerita sendiri. Saya hanya membantu menghidupkannya kembali agar punya makna baru dan bisa dinikmati keindahannya,” tutur Maryanto di bengkel seninya, di Kelurahan Batu Putih.
Selain bernilai seni, karya Maryanto juga menyuarakan pesan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan mengubah limbah kayu menjadi produk kreatif, ia turut berperan dalam upaya pelestarian alam sekaligus memperkenalkan potensi seni lokal Kolaka Utara.
Kini, hasil karya Maryanto mulai diminati masyarakat luas. Tak hanya di Kolaka Utara, dalam waktu dekat ia akan mengirim beberapa lampu hias dengan berbagai model ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, setelah menerima sejumlah pesanan dari pecinta seni dan dekorasi interior.
“Alhamdulillah, pesanan sudah mulai datang dari luar daerah. Ini menjadi semangat baru bagi saya untuk terus berkarya dan membawa nama Kolaka Utara lebih dikenal,” ungkapnya.
Menariknya, karya Maryanto kini mendapat dukungan penuh dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kolaka Utara, Dra. Hj. Andi Nurhayani Nur Rahman. Dukungan tersebut diwujudkan dengan mengikutsertakan Maryanto dan hasil karyanya dalam kegiatan Dekranasda tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Hj. Andi Nurhayani Nur Rahman yang sudah memberikan perhatian dan kesempatan bagi saya untuk tampil membawa karya ke tingkat provinsi. Ini bentuk nyata kepedulian Dekranasda terhadap pelaku seni dan pengrajin lokal,” ujar Maryanto penuh rasa syukur.
Maryanto merupakan salah satu seniman berbakat asal Kolaka Utara yang telah lama menekuni dunia seni rupa dan kriya. Dikenal karena kemampuannya mengolah bahan alami seperti tempurung kelapa dan limbah kayu menjadi karya bernilai seni tinggi, ia terus berinovasi menciptakan produk ramah lingkungan yang memiliki nilai fungsional dan artistik.
Selain berkarya, Maryanto juga aktif berbagi pengalaman kepada generasi muda Kolaka Utara agar mereka memiliki semangat untuk berkarya dari bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar. Ia bercita-cita menjadikan Kolaka Utara sebagai pusat lahirnya karya seni ramah lingkungan di Sulawesi Tenggara.
Maryanto berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Dekranasda, dan masyarakat, terus berlanjut agar para seniman lokal dapat berkembang dan membawa nama daerah ke kancah yang lebih luas.
“Seni bukan sekadar keindahan, tapi juga tentang bagaimana kita memberi makna pada hal-hal sederhana di sekitar kita. Saya ingin karya dari Kolaka Utara bisa dikenal hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.
Dengan semangat, dedikasi, dan cinta lingkungan, Maryanto membuktikan bahwa dari tangan seniman Kolaka Utara dapat lahir karya seni yang berkelas, bernilai tinggi, dan memberi inspirasi bagi banyak orang.
Pewarta: Asse


Tinggalkan Balasan