Senin, 16 Februari 2026

MAPALA Se-Indonesia Resmikan Musholla dan Jalankan Tiga Program Kemanusiaan di Tapanuli Selatan

Peresmian Musholla di bersama tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, unsur TNI–Polri, masyarakat terdampak bencana

Tapanuli Selatan, TrenNews.id — Pusat Koordinasi Nasional (PKN) dan Pusat Koordinasi Daerah (PKD) MAPALA Se-Indonesia sukses melaksanakan tiga program kemanusiaan di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang puncaknya ditandai dengan peresmian Musholla MAPALA Se-Indonesia pada Minggu (15/2/2026).

Kegiatan tersebut meliputi pembangunan musholla, trauma healing bagi anak-anak dan masyarakat terdampak bencana, serta survei lokasi bencana yang dilanjutkan dengan dialog bersama pemerintah daerah.

Peresmian musholla berlangsung khidmat dan dihadiri Pemerintah Desa Tolang Julu, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, unsur TNI–Polri, masyarakat terdampak bencana, anak-anak panti asuhan, serta perwakilan MAPALA dari berbagai daerah di Indonesia.

Delegasi MAPALA yang hadir berasal dari Makassar, Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Aceh, Sumatera Utara (Medan dan Padangsidimpuan), serta sejumlah PKD MAPALA lainnya di seluruh Indonesia.

Kepala Desa Tolang Julu bersama PKN MAPALA Se-Indonesia dan PKD MAPALA Se-Sumatera Utara melakukan pemotongan pita, penandatanganan prasasti peresmian, serta penandatanganan tanah wakaf sebagai simbol diresmikannya fasilitas ibadah tersebut.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, dilakukan pula penyerahan kunci musholla kepada pengurus musholla dan PKW MAPALA Se-Tabagsel untuk pengelolaan dan pemanfaatan bersama masyarakat setempat.

Pembangunan musholla tersebut menjadi simbol kebangkitan spiritual dan sosial masyarakat pasca bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Desa Tolang Julu beberapa waktu lalu.

Selain pembangunan fisik, MAPALA Se-Indonesia juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan masyarakat terdampak bencana melalui lomba adzan, puisi, kaligrafi, tahfidz, permainan edukatif, serta pendampingan psikososial.

Anak-anak terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang bertujuan membantu pemulihan kondisi mental sekaligus memberikan semangat baru bagi masyarakat pascabencana.

Program ketiga berupa survei lokasi terdampak bencana dilakukan sebagai upaya melihat kondisi lapangan sekaligus penguatan data ekologis. Hasil survei tersebut kemudian dibahas dalam forum dialog bersama pemerintah daerah guna mendorong sinergi dalam penanganan dan mitigasi bencana ke depan.

PKN MAPALA Se-Indonesia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang organisasi dalam gerakan kemanusiaan, kepedulian lingkungan, serta penguatan solidaritas antaranggota MAPALA di seluruh Indonesia.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa MAPALA tidak hanya berperan sebagai organisasi pecinta alam, tetapi juga hadir sebagai garda terdepan dalam respon bencana, pemulihan sosial, dan pembangunan berbasis solidaritas lintas daerah.

Peresmian Musholla MAPALA Se-Indonesia diharapkan menjadi simbol kebersamaan dan harapan baru bagi masyarakat Tapanuli Selatan dalam bangkit pascabencana.

AMR
Sumber: Tim Media PKN Mapala Se-Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini