Kamis, 12 Februari 2026

Mengais Rezeki di Kolong Jembatan, Ikhtiar Maryanto Manfaatkan Libur Sekolah di Sungai Batuputih

Suasana liburan di Sungai Batuputih

Bagi Maryanto, warga Kelurahan Bantuputih, tidak ada tempat yang benar-benar buntu untuk mencari rezeki. Selama ada kemauan dan usaha, di situlah peluang selalu terbuka.

Bersama sang istri, Maryanto memanfaatkan momen libur sekolah anak-anak dengan cara yang sederhana namun penuh makna: berjualan di bawah kolong jembatan Sungai Batuputih. Di lokasi yang kerap menjadi tempat mandi-mandi dan bermain anak-anak itu, ia menjajakan makanan ringan sekaligus menyewakan ban bekas dan pelampung baju renang.

“Alhamdulillah, hari itu saya dapat sekitar sembilan ratus ribu rupiah,” tutur Maryanto saat bercerita beberapa hari lalu. Hasil tersebut ia peroleh dari penjualan jajanan serta jasa penyewaan pelampung bagi anak-anak yang bermain di sungai.

Sebelumnya, masa libur sekolah justru menjadi waktu sulit bagi Maryanto dan istrinya. Pasalnya, selama ini mereka menggantungkan penghasilan dari berjualan di area SD Kelurahan Bantuputih. Ketika sekolah libur, otomatis pemasukan pun terhenti.

Namun ide sederhana untuk mencoba peruntungan di kolong jembatan Sungai Batuputih membawa angin segar. Kini, Maryanto merasa lebih lega karena memiliki alternatif usaha di luar musim sekolah.

“Dimanapun dan kapanpun, kalau ada kemauan, rezeki pasti ada,” ujarnya penuh keyakinan.

Sungai Batuputih sendiri diketahui merupakan sungai penghubung kawasan wisata Sikuku menuju laut. Sayangnya, akses menuju wisata Sikuku saat ini terbilang cukup sulit. Jembatan bambu yang dahulu dibangun secara swadaya oleh Maryanto bersama warga setempat telah hanyut terbawa arus sekitar satu tahun lalu, sehingga pengunjung harus ekstra hati-hati untuk melintas.

Meski begitu, aktivitas masyarakat di sekitar sungai tetap hidup. Kehadiran pedagang kecil seperti Maryanto tidak hanya menjadi sumber penghidupan keluarga, tetapi juga menambah kenyamanan bagi pengunjung lokal, khususnya anak-anak yang memanfaatkan sungai sebagai tempat bermain saat liburan.

Kisah Maryanto menjadi bukti bahwa usaha kecil dengan kreativitas dan keuletan mampu bertahan di tengah keterbatasan. Dari kolong jembatan Sungai Batuputih, semangat pantang menyerah itu terus mengalir, seiring derasnya arus sungai yang menjadi saksi perjuangan hidupnya.

Pewarta: Asse

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini