Senin, 16 Maret 2026

Musrenbang 2027 Fokus “Kabupaten Layak Anak”, Bupati: IPM Naik, Tapi Kemiskinan & Pengangguran Tetap Jadi PR Besar

Bupati dan Wakil Bupati Manggarai

Ruteng, TrenNews.id – Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar di Manggarai Convention Center (MCC) pada Senin (16/3/2026), fokus utama perencanaan pembangunan daerah untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 ditekankan pada tema “Sinergi dalam Pengembangan Kabupaten Layak Anak”.

Di tengah agenda penting ini, Bupati Manggarai,Heribertus GL.Nabit mengingatkan bahwa meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Manggarai telah mencapai level 70 di tahun 2025 – sebuah kategori “tinggi” yang patut diapresiasi – daerah ini masih dibayangi oleh “pekerjaan rumah” (PR) besar dalam mengatasi angka kemiskinan yang stagnan dan fluktuasi tingkat pengangguran.

Bupati menegaskan kembali prioritas pembangunan kualitas manusia. “Peningkatan kualitas manusia menjadi sebuah agenda yang sangat penting,” ujarnya, sembari menyoroti tantangan penambahan jumlah penduduk dan potensi yang semakin besar di masa depan.

IPM Melampaui Target, Bukti Kinerja Pembangunan Sektor Pendidikan dan Kesehatan

Pencapaian IPM Manggarai di level 70 pada tahun 2025 merupakan hasil dari kerja keras selama empat hingga lima tahun terakhir. Bupati menekankan bahwa angka ini bukan klaim sepihak, melainkan data terukur oleh lembaga independen seperti BPS, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. “Angka-angka ini angka yang diukur oleh pihak lain,” tegasnya, menjamin validitas capaian tersebut. Peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan menjadi pilar utama yang berkontribusi pada tren positif IPM ini.

Kemiskinan dan Pengangguran Tetap Jadi Musuh Utama Pembangunan

Di balik optimisme capaian IPM, Bupati mengingatkan bahwa kemiskinan masih menjadi “tantangan terbesar kita.” Pada tahun 2025, angka kemiskinan di Manggarai masih berada di 18,1 persen, atau setara dengan 65.810 jiwa. Laju penurunannya yang lambat, berkisar setengah hingga satu persen per tahun, membutuhkan strategi kerja yang lebih fokus dan intens. “Kita lihat angka turunnya pelan sekali, pelan sekali. Itu dengan kekuatan yang ada, dengan cara kerja yang biasa-biasa. Tentu butuh cara kerja yang lebih baik,” jelas Bupati, mengindikasikan perlunya terobosan baru.

Tantangan lain datang dari sektor ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Manggarai tercatat sedikit meningkat pada tahun 2025 menjadi 1,5 persen, setelah sebelumnya sempat turun menjadi 1,17 persen di tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan pembangunan ketenagakerjaan bukan hanya soal ketersediaan lapangan, tetapi juga kualitas penyerapan angkatan kerja.

Ketimpangan Pendapatan Terkendali, Bupati Tekankan Komitmen Jangka Panjang

Di sisi positif, Bupati mengabarkan bahwa tingkat ketimpangan pendapatan di Manggarai relatif terkendali dengan tren penurunan. Gini Ratio di Manggarai saat ini berada di angka 0,23, yang mengindikasikan pemerataan pendapatan yang lebih baik. “Kalau makin kecil, dia makin merata,” terang Bupati.

Namun, ia kembali mengingatkan bahwa pembangunan kualitas manusia adalah sebuah komitmen jangka panjang yang memerlukan konsistensi. “Kalau ingatnya setahun-setahun lupa lagi, itu tuh angkanya akan tumbuh,” pesannya, menekankan pentingnya perhatian berkelanjutan.

Menutup refleksi, Bupati kembali menegaskan esensi pembangunan manusia yang berkelanjutan. “Intinya adalah bahwa kita masuk ke situ. Dari peningkatan akses pendidikan, kita mulai baik, itu artinya. Layanan kesehatan, kita mulai baik. Lalu setelah itu, masyarakat itu akan makin baik juga,” pungkas Bupati, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merenungkan capaian dan merencanakan langkah strategis demi masa depan Manggarai yang lebih baik. (Kordianus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini