Senin, 2 Maret 2026

Pemimpin Dunia Serukan Negosiasi Usai Serangan AS–Israel ke Iran dan Wafatnya Khamenei

Demonstrasi dan reaksi publik di berbagai negara setelah serangan besar oleh AS dan Israel serta kabar kematian Khamenei (ist)

Brussels, TrenNews.id – Reaksi hati-hati ditunjukkan para pemimpin dunia menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran yang dikabarkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Presiden AS, Donald Trump, melalui media sosialnya mengumumkan bahwa Khamenei telah meninggal dunia. Ia menyebut momen tersebut sebagai peluang bagi rakyat Iran untuk “merebut kembali negara mereka”.

Kematian Khamenei tanpa penunjukan pengganti dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian politik di Iran serta meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menjadwalkan pertemuan darurat guna membahas eskalasi yang terjadi, termasuk serangan balasan Iran terhadap sejumlah target di kawasan.

Sejumlah negara memilih berhati-hati dalam menyampaikan sikap. Negara-negara Eropa dan beberapa pemerintah di Timur Tengah mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara tetangga Arab, namun tidak secara tegas mengomentari aksi militer AS dan Israel.

Sementara itu, Australia dan Kanada secara terbuka menyatakan dukungan terhadap langkah AS. Sebaliknya, Rusia dan China menyampaikan kritik keras atas serangan tersebut.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz dalam pernyataan bersama menyerukan agar AS dan Iran kembali ke meja perundingan.

Mereka menegaskan tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran, namun tetap menjalin komunikasi erat dengan AS, Israel, dan mitra di kawasan.

“Kami mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara di kawasan ini dengan sekeras-kerasnya. Iran harus menahan diri dari serangan militer tanpa pandang bulu,” demikian pernyataan ketiga pemimpin tersebut.

Mereka juga menegaskan bahwa penyelesaian program nuklir Iran serta persoalan stabilitas regional tidak dapat dicapai hanya melalui pendekatan militer.

Liga Arab yang beranggotakan 22 negara turut mengecam serangan Iran yang dinilai sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara lain dan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.

Hingga kini, situasi di Timur Tengah masih terus berkembang, dengan sejumlah negara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi eskalasi lanjutan. (As)

Sumber: Kompas TV / The Associated Press

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini