Pisah Sambut Kajari Ogan Ilir 2026, H. Musa Serahkan Tongkat Estafet kepada Arief Syafrianto
Ogan Ilir, TrenNews.id – Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir menggelar acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ogan Ilir, menandai pergantian kepemimpinan dari H. Musa, SH, MH kepada Arief Syafrianto, S.H., M.H, Selasa (24/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Pendopoan Tanjung Senai.
Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, menyambut hangat kehadiran Kajari yang baru. Dalam keterangannya kepada awak media, Panca menilai Arief Syafrianto sebagai sosok yang memahami karakter dan kondisi daerah.
“Beliau lebih paham lika-liku daerah kita,” ujar Panca.
Arief Syafrianto diketahui merupakan putra daerah asli Ogan Ilir. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Kejaksaan Negeri dan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dalam mendukung penegakan hukum serta pembangunan daerah.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani, SH, MH, Pj Sekda Ogan Ilir Dicky Syailendra, S.Sos, Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo, Ketua Pengadilan Negeri Kayuagung, serta Dandim. Selain itu, Ketua MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Dinas Kesehatan Suryadi, seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran Kejaksaan Negeri Ogan Ilir, serta undangan lainnya juga memadati lokasi acara.
Dalam sambutannya, H. Musa menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang terjalin selama masa kepemimpinannya di Ogan Ilir. Ia juga menyinggung progres pembangunan masjid di lingkungan Kejaksaan Negeri Ogan Ilir yang saat ini baru mencapai sekitar 40 persen.
“Saat ini kita sedang membangun masjid di lingkungan Kejari Ogan Ilir dengan dana bantuan dari berbagai pihak. Progresnya baru 40 persen, dan dana bantuan yang masih tersisa sekitar Rp200 juta,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan masjid tersebut dapat dilanjutkan oleh Kajari yang baru, bahkan mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir untuk membantu penyelesaiannya.
Sementara itu, Kajari Ogan Ilir yang baru, Arief Syafrianto, mengawali sambutannya dengan menggunakan bahasa Meranjat sebagai bentuk kedekatannya dengan budaya lokal.
“Kami iko, wong sikolah,” ucapnya di hadapan para tamu undangan.
Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya dirinya bertugas di “negeri duri hitam”, sembari menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan profesional dan berintegritas. Sebagai “urang diri” atau putra daerah Ogan Ilir, kehadirannya diharapkan membawa semangat baru dalam penegakan hukum di wilayah tersebut.
Acara pisah sambut berlangsung khidmat dan diakhiri dengan pemberian cenderamata serta sesi foto bersama.
(Amiyadi)


Tinggalkan Balasan