Proyek Irigasi Rp1 Miliar di Manggarai Jebol 10 Meter, Warga Soroti Konstruksi
Ruteng, TrenNews.id – Proyek irigasi di Wae Locak, Kelurahan Lawir, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mengalami kerusakan serius setelah dinding saluran sepanjang sekitar 10 meter roboh, meski baru selesai dikerjakan.
Proyek senilai Rp1 miliar yang bersumber dari Dana Inpres tersebut kini menjadi sorotan warga. Kerusakan menyebabkan luapan air yang merusak area persawahan milik warga, termasuk lahan Bernabas Susah.
Sejumlah warga menilai kerusakan terjadi akibat kualitas pekerjaan yang tidak sesuai standar. Mereka menyebut fondasi dinding saluran tidak dibangun dengan baik serta material yang digunakan dinilai berkualitas rendah.
“Fondasi tidak ada, hanya seperti ditempel saja. Batu yang dipakai juga mudah pecah,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (8/4/2026).
Warga juga menyoroti tidak adanya pintu pengatur air serta penggunaan bambu sebagai pengganti pipa pelimpahan, yang dinilai tidak efektif dalam mengendalikan debit air.
Sementara itu, pihak pelaksana memberikan penjelasan berbeda. Pengawas teknis proyek, Jimi Ehot, menyatakan kerusakan disebabkan oleh kondisi tanah yang labil serta rembesan air dari area persawahan.
“Tanahnya labil dan ada rembesan air yang menekan dinding saluran. Saat ini kami sudah turun ke lokasi untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.
Ia mengakui beberapa komponen seperti pipa pelimpahan dan pintu pengatur air tidak termasuk dalam perencanaan awal proyek. Namun, pihaknya berencana menambahkan pipa serta membangun Tanggul Perlindungan Tanah (TPT) dalam tahap perbaikan.
Hal senada disampaikan pihak subkontraktor dari CV Delta Flores yang menyebut faktor utama kerusakan adalah tekanan air dan kondisi tanah yang tidak stabil. Perbaikan disebut sedang dilakukan karena proyek masih dalam masa pemeliharaan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yan Tampani, memastikan pihaknya akan bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.
“Masih dalam masa pemeliharaan, jadi akan diperbaiki. Tim sudah turun untuk menangani dinding saluran yang rusak,” katanya.
Ia menambahkan, tekanan air dari buangan sawah menjadi salah satu penyebab utama kerusakan struktur saluran.
Warga berharap perbaikan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga menyentuh aspek konstruksi secara menyeluruh agar fungsi irigasi dapat berjalan optimal dan tidak kembali mengalami kerusakan. (Kordian/


Tinggalkan Balasan