Selasa, 17 Februari 2026

Puluhan Tahun Menderita, Jalan Kisol–Mok Akhirnya Diperbaiki

Papan proyek

Borong TrenNews.id – Warga Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, kini bisa bernapas lega setelah puluhan tahun menanti perbaikan jalan Kisol–Mok yang rusak parah. Proyek peningkatan ruas jalan ini mulai dikerjakan awal Desember 2025 dan dibiayai pemerintah pusat melalui Dana Instruksi Presiden (Inpres).

Laurensius Purnama (47), warga Kisol, mengatakan kondisi jalan yang rusak selama lebih dari 20 tahun menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat. “Dulu mau jual hasil bumi susah, anak sekolah sering terlambat, mau berobat juga sulit. Sekarang semoga semua bisa lancar,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).

Pekerjaan dilakukan PT Wijaya Graha Prima di bawah Balai Jalan Nasional Provinsi NTT dengan nilai kontrak awal Rp15,68 miliar untuk peningkatan 3,5 kilometer jalan menjadi hotmix atau HRS (Hot Rolled Sheet). Namun, setelah efisiensi anggaran, nilai kontrak tersisa Rp12,5 miliar sehingga panjang ruas yang ditangani menjadi 2,5 kilometer.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Franky Simamora, mengatakan, “Dari anggaran yang ada, kita kerjakan 2,5 kilometer hotmix. Selain itu, ada pengerjaan saluran atau drainase.”

Kepala Desa Lembur, Yon Baos, meminta agar kontraktor melakukan penanganan darurat pada titik-titik jalan rusak berat, seperti Wae Pake dan Pandu, yang tidak tercakup dalam volume pekerjaan tahun ini. Franky memastikan permintaan tersebut akan dipenuhi setelah pekerjaan hotmix selesai.

Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Manggarai Timur Dapil Kota Komba, Selestinus Logho, yang mendorong agar peningkatan ruas Kisol–Mok kembali diusulkan melalui Dana Inpres atau APBD. Franky menyatakan upaya tersebut akan dilakukan pada 2026.

Meski panjang ruas yang ditangani tahun ini terbatas, warga berharap perbaikan dapat dilanjutkan agar seluruh titik rusak berat bisa tertangani. “Kami dukung pekerjaan ini. Harapan kami, tahun depan dilanjutkan supaya semua titik rusak berat bisa ditangani,” kata Laurensius.

Pewarta: Kordianus Lado

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini