Ribuan Warga Tana Luwu Turun ke Jalan, Tuntut Provinsi Tana Luwu dan Pemekaran Luwu Tengah
Palopo, TrenNews.id – Gelombang aksi demonstrasi besar-besaran mengguncang wilayah Tana Luwu, Jumat (23/1/2026). Ribuan warga di empat kabupaten/kota turun ke jalan menuntut pembentukan Provinsi Tana Luwu serta pemekaran Kabupaten Luwu Tengah sebagai daerah otonom baru (DOB).
Sejak lama, masyarakat Tana Luwu menyuarakan keinginan untuk memisahkan diri dari Provinsi Sulawesi Selatan dan membentuk provinsi sendiri. Sejumlah opsi nama mencuat, di antaranya Provinsi Luwu Raya dan Provinsi Tana Luwu. Aspirasi tersebut memuncak dalam aksi serentak yang berlangsung di berbagai titik strategis wilayah Tana Luwu.
Dalam aksinya, massa mengklaim tuntutan pembentukan daerah otonom baru itu merupakan bagian dari janji sejarah Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, kepada Kedatuan Luwu pada masa awal kemerdekaan RI, saat berkunjung ke wilayah Kerajaan Luwu.
Akibat aksi tersebut, massa melakukan pemblokiran total akses keluar-masuk wilayah Tana Luwu. Sejumlah titik perbatasan ditutup, di antaranya:
Perbatasan Larompong Selatan – Wajo
Perbatasan Palopo – Toraja Utara
Perbatasan Luwu Timur – Sulawesi Tengah
Perbatasan Luwu Timur – Sulawesi Tenggara
Selain itu, penutupan jalan juga terjadi di Masamba dan sejumlah wilayah lainnya. Di kawasan Sampoddo, Kota Palopo, massa turut memblokade jalan utama. Sementara di perbatasan Wajo–Luwu, demonstran membakar ban bekas dan memalang jalan menggunakan tembok penghalang.
Hingga berita ini diturunkan, aksi massa masih berlangsung di sejumlah titik, dengan arus lalu lintas lumpuh total dan aktivitas masyarakat terganggu akibat blokade jalan. Aparat keamanan terlihat melakukan pengamanan di lokasi-lokasi strategis untuk mencegah eskalasi konflik dan menjaga situasi tetap kondusif.
Aksi ini menjadi penanda kuat menguatnya tuntutan pemekaran wilayah dan pembentukan Provinsi Tana Luwu sebagai agenda politik dan sosial yang terus diperjuangkan masyarakat Tana Luwu.
Andi


Tinggalkan Balasan