Senin, 2 Maret 2026

Rudy Mas’ud, Gubernur Kaltim 2025–2030 dengan Latar Belakang Pengusaha

H. Rudy Mas'ud, Gubernur Kalimantan Timur

Samarinda, TrenNews.id – Rudy Mas’ud resmi menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur periode 2025–2030 setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Jakarta. Ia memimpin bersama Wakil Gubernur Seno Aji usai memenangkan Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2024.

Rudy Mas’ud lahir di Balikpapan, 7 Desember 1981. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kalimantan Timur sebelum melanjutkan studi S-1 Ekonomi Pembangunan di Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman. Ia kemudian meraih gelar magister di kampus yang sama dan menyelesaikan program doktor Ilmu Ekonomi pada 2025. Selain itu, Rudy juga tercatat menempuh pendidikan S-3 Ilmu Hukum di Universitas Trisakti.

Sebelum terjun ke politik, Rudy dikenal sebagai pengusaha di sektor transportasi bahan bakar, galangan kapal, hingga penyimpanan BBM. Ia pernah menjabat sebagai Executive Chairman PT Barokah Bersaudara Perkasa serta Direktur Utama di sejumlah perusahaan dalam rentang 2000–2018. Pengalaman bisnisnya menjadi modal penting ketika memasuki dunia politik, terutama dalam isu energi dan pembangunan daerah berbasis investasi.

Karier politik Rudy dimulai melalui organisasi sayap Partai Golkar, SOKSI, sebelum kemudian menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur periode 2020–2025. Ia juga pernah menjadi Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar. Pada Pemilu 2019, Rudy terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Timur dan bertugas di Komisi VII yang membidangi energi, riset, dan teknologi.

Dalam Pilgub Kaltim 2024, pasangan Rudy Mas’ud–Seno Aji meraih 996.399 suara, unggul atas pasangan Isran Noor–Hadi Mulyadi. Gugatan hasil pemilihan di Mahkamah Konstitusi ditolak, sehingga Rudy-Seno resmi ditetapkan sebagai pemenang dan dilantik.

Perjalanan politiknya tidak lepas dari sorotan. Pada Pemilu 2019, ia sempat diperiksa Bawaslu terkait dugaan politik uang, namun membantah tudingan tersebut. Namanya juga pernah dikaitkan dengan insiden kebakaran kapal tanker Grace V pada 2021 di Samarinda. Saat itu ia menyatakan kapal tersebut merupakan aset anak perusahaan yang sebelumnya pernah ia kelola, meski manajemen perusahaan kemudian menyebut ia sudah tidak aktif sejak 2018.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Rudy memiliki total kekayaan Rp183,3 miliar dengan utang pribadi Rp137,7 miliar. Tim pemenangannya menyatakan struktur keuangan tersebut wajar mengingat latar belakangnya sebagai pengusaha dan nilai aset yang lebih besar dibandingkan kewajiban.

Pada Februari 2026, ia kembali menjadi sorotan publik terkait pengadaan mobil dinas senilai sekitar Rp8,5 miliar. Setelah menuai kritik dan aksi mahasiswa, Rudy memutuskan membatalkan pembelian tersebut dan mengembalikan dana ke kas daerah.

Selain di bidang politik, Rudy aktif dalam organisasi olahraga dan sosial. Ia pernah menjabat Ketua Perbasasi Kalimantan Timur dan memimpin Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Pusat periode 2020–2025.

Sebagai gubernur di provinsi yang menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Rudy menghadapi tantangan besar dalam penguatan ekonomi daerah, pengelolaan sumber daya alam, serta menjaga stabilitas sosial dan investasi. Dengan latar belakang pengusaha dan pengalaman legislatif, publik menanti arah kebijakan yang akan dibawanya dalam lima tahun kepemimpinan di Kalimantan Timur. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini