Sabtu, 14 Maret 2026

Setelah 9 Jam Pencarian, Jenazah Akbar Ditemukan Mengambang di Sungai

Keterangan foto Seorang pelajar bernama Muhammad Nur Akbar bin Amir Tang (15) tewas diterkam buaya saat memancing di Sungai Santan KM 24, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu

Tenggarong, TrenNews.id – Seorang pelajar bernama Muhammad Nur Akbar bin Amir Tang (15) tewas diterkam buaya saat memancing di Sungai Santan KM 24, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (8/7/2025) sore.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 14.15 WITA. Saat itu, Akbar tengah memancing bersama dua rekannya, Agung Bayu Setiawan (21) dan Didik Suprianto (24). Korban duduk di tepi sungai dan sempat memasukkan kakinya ke dalam air.

Tiba-tiba, seekor buaya besar muncul dan langsung menerkam kaki korban. Dalam hitungan detik, tubuh Akbar diseret ke tengah sungai. Upaya penyelamatan yang dilakukan oleh kedua temannya gagal karena buaya bergerak sangat cepat dan menghilang bersama tubuh korban.

Teriakan minta tolong membuat warga sekitar berdatangan. Aparat desa, relawan, dan warga segera melakukan pencarian menggunakan perahu ketinting. Operasi pencarian berlangsung dramatis hingga malam hari.

Sekitar pukul 23.30 WITA, atau hampir sembilan jam setelah kejadian, jenazah korban akhirnya ditemukan mengambang tak jauh dari lokasi awal serangan. Kondisi tubuh korban cukup mengenaskan, dengan luka parah di bagian kaki dan paha kanan.

Kepala Desa Santan Ulu, Heri Budianto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, proses evakuasi berlangsung sulit karena suasana gelap dan arus sungai cukup deras.

Yang paling mengharukan, lanjut Heri, adalah aksi heroik seorang warga bernama Muslimin (23). Ketika jenazah mulai terlihat di permukaan air, ia tanpa ragu melompat ke sungai dan menyelam untuk mengangkat tubuh korban.

“Tanpa pikir panjang, anak ini menyelam ambil jenazah. Nggak ada rasa takut. Kami semua terharu,” ujar Heri dengan suara bergetar.

Jenazah Muhammad Nur Akbar kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Poros Samarinda–Bontang KM 24 RT 006, Desa Santan Ulu. Suasana duka menyelimuti keluarga dan warga yang hadir untuk menyampaikan belasungkawa.

“Jenazah korban sudah disiapkan untuk dimakamkan,” tutur Heri.

Pewarta: Riyan
Editor: Redaksi TrenNews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini