Minggu, 1 Februari 2026

Unika Ruteng Kukuhkan 831 Guru Profesional: Transformasi Pendidikan Dimulai dari Tenaga Pendidik Berkompeten

Unika Santu Paulus Ruteng menggelar Pengukuhan Guru Profesional program PPG Guru tertentu periode lll tahun 2025.

Ruteng, TrenNews.id – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng (Unika St. Paulus Ruteng) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur dengan menggelar acara pengukuhan dan pengambilan sumpah bagi 831 lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Periode 3 Tahun 2025. Acara yang berlangsung khidmat pada Sabtu (31/1/2026) ini, menandai keberhasilan para guru dalam menuntaskan pendidikan profesional yang penuh tantangan, sekaligus menjadi gerbang awal pengabdian mereka sebagai tenaga pendidik yang kompeten dan berintegritas.

Bertempat di aula utama Unika St. Paulus Ruteng, acara pengukuhan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para dosen, guru pamong, perwakilan pemerintah daerah, serta keluarga dan kerabat para lulusan. Suasana haru dan bangga bercampur menjadi satu, saat satu per satu nama lulusan dipanggil untuk menerima sertifikat dan mengucapkan sumpah profesi.

Wakil Rektor 1 Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Marselus Ruben Payong, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan motivasi kepada para lulusan. Ia menekankan bahwa menjadi seorang guru profesional di era modern ini, membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan materi pelajaran. Para guru, kata Dr. Marselus, harus memiliki visi komunitas akademik yang transformatif, kolaboratif, dan berkarakter.

“Transformatif mengandung makna bahwa lulusan Unika harus selalu siap berubah dan beradaptasi dengan tuntutan kehidupan yang dinamis. Kita tidak bisa terpaku pada satu metode atau cara pandang saja, tetapi harus terus belajar dan mengembangkan diri,” ujar Dr. Marselus.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kolaborasi berarti lulusan Unika harus mampu bekerja sama dengan siapa saja, tanpa memandang perbedaan latar belakang atau kepentingan pribadi. Kemampuan berkolaborasi ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan efektif.

Selain itu, Dr. Marselus juga mengingatkan para lulusan tentang pentingnya memegang teguh nilai-nilai dasar seperti resiliensi (tahan banting), integritas, loyalitas, dan solidaritas. Nilai-nilai ini akan menjadi landasan moral dan etika dalam menjalankan tugas sebagai seorang guru.

Senada dengan Dr. Marselus, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unika St. Paulus Ruteng, Rd. Yohanes Mariano Dangku, yang akrab disapa Ino Dangku, menekankan bahwa guru profesional di era 5.0 harus memiliki sejumlah kompetensi kunci, seperti kemampuan komunikasi, kemampuan berpikir kritis, dan kemahiran memanfaatkan sarana digital.

“Guru profesional saat ini dituntut untuk melek teknologi dan mampu memanfaatkan berbagai platform digital untuk menunjang proses pembelajaran. Selain itu, kemampuan berkomunikasi yang baik dan kemampuan berpikir kritis juga sangat penting untuk membantu peserta didik mengembangkan potensi mereka secara optimal,” tutur Ino Dangku.

Ino Dangku juga mengingatkan bahwa sertifikat pendidik yang diraih bukan hanya sekadar formalitas atau syarat untuk mendapatkan tunjangan, tetapi merupakan amanat untuk membuktikan profesionalisme dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.

Sementara itu, Ketua Program Studi PPG Unika St. Paulus Ruteng, Drs. Eliterius Sennen, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada para dosen, guru pamong, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program PPG ini. Ia berharap para lulusan dapat mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti PPG, serta terus mengembangkan diri menjadi guru yang inspiratif dan inovatif.

Puncak acara pengukuhan ini adalah orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Yosefina Heleonora, M.Pd. Dalam orasinya, Dr. Yosefina menekankan pentingnya bagi guru profesional untuk mengintegrasikan ilmu dan hati dalam menjalankan tugas keguruan.

“Guru profesional dituntut untuk mengintegrasikan keduanya secara utuh: mengabdi dengan ilmu sekaligus mendidik dengan hati,” tegasnya.

Dr. Yosefina juga mengajak para guru untuk mewujudkan tema “Mengabdi dengan Ilmu dan Mendidik dengan Hati” melalui komitmen yang operasional dan terukur, yaitu menjaga standar kompetensi dan kualitas pembelajaran, memastikan layanan pendidikan yang adil dan inklusif, serta menguatkan kolaborasi ekosistem pendidikan.

Dengan dikukuhkannya 831 guru profesional ini, Unika St. Paulus Ruteng semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi terkemuka di NTT yang berkomitmen untuk menghasilkan tenaga pendidik berkualitas dan berdedikasi tinggi. Diharapkan, para lulusan PPG ini dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan di daerah dan di seluruh Indonesia.

Kordianus Lado

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini