Selasa, 10 Maret 2026

Viral Video Penganiayaan Siswa SPN Kupang, Bripda Torino Tobo Dara Dipecat Tidak Hormat dari Polri!

Kabid Humas Polda NTT Hendry Novika Chandra.

Kupang, TrenNews.id – Anggota Direktorat Samapta Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT), Bripda Torino Tobo Dara (21), dipecat dari institusi Polri usai terbukti melakukan penganiayaan terhadap dua siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Kupang. Keputusan pemecatan ini diambil setelah Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang digelar pada Selasa, 18 November 2025.

“Sidang KKEP (Komisi Kode Etik Polri) digelar kemarin dan putusannya PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat),” ujar Kepala Bidang Humas Polda NTT Komisaris Besar Polisi Hendry Novika Chandra, kepada wartawan, Rabu (19/11/2025).

Dalam persidangan, Kombes Hendry berujar, Bripda Torino Tobo Dara dinyatakan terbukti melakukan penganiayaan terhadap dua siswa SPN serta mengirimkan rekaman video tindakan tersebut hingga viral di media sosial.

Dalam putusan Sidang KKEP Nomor PUT/58/XI/2025/KKEP, Komisi memutuskan sanksi etika, yaitu perilaku dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Kemudian, sanksi administratif, yaitu penempatan di tempat khusus (Patsus) selama 20 hari. Selanjutnya, PTDH atau pemecatan dari dinas Polri.

Hendry menegaskan bahwa keputusan PTDH merupakan bentuk keseriusan Polri dalam menjaga marwah institusi.

“Perbuatan ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi telah mencederai nilai-nilai dasar kepolisian. Tindakan tegas perlu diambil demi menjaga kehormatan institusi dan memberikan pesan kuat kepada seluruh personel,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, video dua siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Kupang dianiaya oleh seorang personel Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT), viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 26 detik ini memperlihatkan oknum polisi itu berdiri bersamaan dengan dua siswa di sebuah ruangan. Salah satu siswa sempat meminta agar mereka jangan dipukul.

Namun, oknum tersebut tak menghiraukan permintaan itu. Ia langsung memukul kedua siswa ini secara berulangkali. Keduanya dipukul secara bergantian di wajah, dada, dan kepala.

Tak hanya itu, oknum tersebut juga menendang kedua siswa ini dengan keras. Keduanya ditendang di bagian perut dan punggung secara berulang kali. Akibatnya, salah satu siswa nyaris terjatuh.

Pewarta:Kordianus Lado

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini