Warga Olondoro Terjepit Aktivitas Tambang, Jalan Tani Putus dan Mata Air Tertutup
Bombana, TrenNews.id – Warga Desa Olondoro, Kecamatan Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menghadapi ancaman serius terhadap sumber kehidupan mereka akibat aktivitas pertambangan di sekitar wilayah tersebut.
Aktivitas tambang diduga telah menimbun akses jalan tani serta menutup sumber mata air yang selama ini menjadi penopang kebutuhan masyarakat setempat.
Material tanah dan batu dari aktivitas pertambangan disebut menutupi jalur yang biasa digunakan warga menuju kebun. Jalan tersebut merupakan akses utama bagi para petani untuk mengangkut hasil panen seperti kelapa, jambu mete, serta komoditas pertanian lainnya.
“Sekarang kami kesulitan ke kebun. Jalan sudah tertimbun material. Mau lewat juga sudah tidak bisa,” kata salah seorang warga Olondoro yang ditemui di lokasi, belum lama ini.
Selain akses jalan yang terputus, warga juga mengaku khawatir dengan kondisi sumber mata air di sekitar area tersebut. Mata air yang selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya disebut ikut tertutup material tanah.
Bagi masyarakat Olondoro, mata air tersebut bukan sekadar sumber air, tetapi juga bagian penting dari keberlangsungan hidup mereka. Jika aliran air rusak atau tertutup, warga terancam kehilangan sumber air bersih yang selama ini mereka andalkan.
Situasi ini memicu keresahan di tengah masyarakat. Sejumlah warga menyebut aktivitas pertambangan di sekitar desa semakin intens dalam beberapa waktu terakhir.
Namun demikian, masyarakat mengaku tidak mengetahui secara pasti sejauh mana dampak lingkungan yang telah dikaji sebelum aktivitas pertambangan tersebut berjalan.
“Kalau mata air rusak, kami mau ambil air di mana lagi?” ujar warga lainnya dengan nada khawatir.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun langsung meninjau kondisi di lapangan. Mereka menilai perlu ada langkah cepat untuk memastikan aktivitas pertambangan tidak merusak sumber kehidupan masyarakat.
Di sisi lain, sejumlah pihak menilai pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di wilayah Kabaena perlu diperketat. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir kegiatan tambang di wilayah tersebut berkembang cukup pesat.
Tanpa pengelolaan dan pengawasan yang ketat, aktivitas pertambangan dikhawatirkan berpotensi memicu kerusakan lingkungan serta konflik dengan masyarakat setempat.
Hingga kini, masyarakat Desa Olondoro berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait agar kondisi tersebut segera ditangani. Bagi mereka, jalan tani dan mata air bukan sekadar fasilitas desa, melainkan bagian dari keberlangsungan hidup yang tidak tergantikan. (Zul)


Tinggalkan Balasan