Selasa, 8 September 2026

Kenang Dapur ‘Nenek Moyang’, SMAN 1 Gumer Kenalkan Nditak Matah dan Ndelabakh Manuk ke Siswa

Siswa/i SMAN 1 Gunung Meriah Masak Nditak Matah dan Ndelabakh Manuk (Ist).

Aceh Singkil, TrenNews.id – Di era ayam geprek dan burger hingga maraknya makanan siap saji, SMAN 1 Gunung Meriah, Aceh Singkil justru mengajak siswanya kembali ke dapur nenek moyang.

Lewat festival kuliner, sekolah ini memperkenalkan dua hidangan khas Aceh Singkil yang mulai jarang ditemui, yaitu Nditak Matah dan Ndelabakh Manuk.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk lomba antar kelas ini berlangsung meriah di halaman sekolah, Senin (7/9/2026). Bukan hanya makan-makan, para siswa juga ditantang untuk memasak langsung.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 1 Gunung Meriah, Ridwansyah, mengatakan kegiatan ini punya misi besar.

“Kami tidak mau anak-anak hanya tahu makanan instan. Lewat festival ini, mereka belajar langsung cara masak, tahu sejarahnya, dan paham nilai gizi di balik Nditak Matah dan Ndelabakh Manuk,” ujarnya.

Lebih dari Sekadar Makanan

Bagi Ridwansyah, kuliner tradisional bukan sekadar soal rasa, namun merupakan identitas.

“Langkah ini bentuk nyata melestarikan warisan budaya daerah. Kami ingin buka mata siswa bahwa makanan tradisional itu bukan ketinggalan zaman. Ini simbol peradaban dan sejarah leluhur Aceh Singkil,” tambahnya.

Yang membuat spesial, kedua menu ini sudah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kabupaten Aceh Singkil. Artinya, kedua menu makanan ini punya nilai sejarah dan harus dijaga agar tidak punah.

Siswa Antusias, Guru Bangga

Selama festival, tiap kelas berlomba menyajikan Nditak Matah dan Ndelabakh Manuk versi terbaik. Ada yang menghias, ada yang presentasi sejarahnya di depan juri.

Diharapkan, setelah kegiatan ini siswa tidak hanya pintar teori, tapi juga bangga dengan ciri khas daerahnya sendiri. Salah satunya dari dapur.

“Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi? Lewat anak-anak inilah warisan ini akan terus hidup,” pungkas Ridwansyah.

Pewarta : Arman Munthe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini