Minggu, 8 September 2024

Bedah Rumah di Desa Pakue Dikeluhkan Warga, Ini Tanggapan Kadis Perumahan dan Pemukiman Kolut

Rumah warga Desa Pakue, Kecamatan Pakue Utara yang kena program bedah rumah

LASUSUA, TRENNEWS.ID – Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Kolaka Utara, Syamsuddin angkat bicara terkait program bedah rumah di Desa Pakue, Kecamatan Pakue Utara.

H. Syamsuddin mengatakan, program bantuan bedah rumah yang ada di Desa Pakue itu bersumber dari anggaran provinsi. Dan pihaknya hanya memfasilitasi calon penerima bantuan.

“Kami hanya memfasilitasi, PPKnya orang dinas provinsi,”kata Syamsuddin, pada trennews.id, Jum’at (3/5/2024).

Terkait dengan persoalan anggaran habis, namun rumah belum selesai, ia katakan, pihaknya tidak tahu menahu dimana masalahnya.

“Sekedar untuk diketahui bahwa dari anggaran itu meliputi bahan material dan upah tukang. Kemudian, setiap rumah tidak mesti harus sama penyelesaian akhirnya,”katanya.

“Karena rumah yang dibedah itu tidak sama kondisi awalnya, demikian juga besar dan kecilnya tentu berbeda, sementara anggarannya sama. Ini pak hanya informasi umumji saja. Detailnya bisa kita konformasi ke PPK nya di Provinsi,” sambung Syamsuddin.

Diberikan sebelumnya bahwa, Program Bedah Rumah di Desa Pakue, Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Kolaka Utara dikeluhkan masyarakat, pasalnya rumah belum selesai pengerjaannya tapi anggaran yang di kelola oleh pihak pengelola kegiatan bedah rumah tersebut sudah habis.

Belum diketahui sumber dana yang dipakai untuk program bedah rumah itu. Sebab, saat media ini berusaha untuk mencari tau asal muasal kegiatan itu, pihak kepala desa hanya mengatakan bahwa kegiatan itu berjalan dengan baik dan semuanya sudah rampung.

Faktanya, setelah dicek kondisi bangunan itu tidak sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pihak kepala desa.

Diketahui, ada sekitar 21 rumah warga yang kena bedah rumah dari program bedah rumah yang ada di Desa Pakue.

Dari 21 pemilik rumah yang dibedah itu, sebagian besar pemiliknya mengeluh karena anggaran sudah habis.

“Kata pengelolaan dari kegiatan bedah rumah ini, anggarannya sudah habis. Tapi rumah kami tidak rampung,”kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya kepada media ini, Jum’at (3/5/2024).

Informasi yang berhasil dihimpun hari ini, kegiatan bedah rumah di Desa Pakue itu, untuk 1 unit rumah dialokasikan anggaran sebesar Rp. 50 jt per rumah. Sementara untuk total anggaran keseluruhan belum diketahui.

“Kami tidak pegang uang yang 50 jt itu, meski cair di rekening kami, kami hanya disuruh ambil material yang sudah ditunjuk oleh pengelola proyek,”katanya lagi.

(Dedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini