Selasa, 16 Juli 2024

DPP GARANSI Minta Balai GAKKUM LHK Tindak Tegas PKS PT TAN

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Balai Penegakan Hukum (GAKKUM) LHK Wilayah Sumatera

MEDAN, TRENNEWS.ID – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Balai Penegakan Hukum (GAKKUM) LHK Wilayah Sumatera, pada Selasa (9/7/2024).

Aksi ini menuntut terkait adanya pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Tari Agro Nabati (TAN) di Desa Terang Bulan Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Massa aksi meminta Balai GAKKUM LHK Sumatera untuk melakukan investigasi lapangan yang disinyalir adanya praktik pembuangan limbah PT TAN di tanah masyarakat, sehingga mencemari lingkungan, dan meresahkan masyarakat.

“Segera lakukan pemeriksaan Balai GAKKUM LHK Sumatera harus jemput bola, jangan hanya berdiam diri di Kantor ini, segera lakukan pemeriksaan PKS milik PT TAN,” ujar ketua umum DPP GARANSI Sukri Soleh Sitorus.

Menurutnya, Pabrik Kepala Sawit PT TAN ini sudah meresahkan dan mengancam keselamatan hajat hidup orang banyak, karena dengan seenaknya dan terang-terangan membuang limbah pabrik tanpa rasa takut.

“Balai GAKKUM LHK Sumatera harus menindak tegas Pabrik Kepala Sawit PT TAN, jangan ada main mata, jika terbukti bersalah segera tindak tegas sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” tegas Sukri Sitorus.

Tidak hanya itu, massa aksi juga meminta periksa izin genset Pabrik Kepala Sawit PT TAN, diduga kuat tidak memiliki izin.

Terlihat di lapangan para pengunjuk rasa membawa empat tuntutan yaitu:

Tuntutan pertama, meminta dan mendesak Balai Penegakan Hukum (GAKKUM) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wilayah Sumatera untuk menindak tegas perusaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. TAN, karena telah meresahkan masyarakat, dengan cara membuang limbah ke tanah Masyarakat sehingga mengancam keberlangsungan ekosistem alam dan makhluk hidup, mengancam kesehatan dan keselamatan hajat hidup orang banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini