Rabu, 11 Maret 2026

Demonstran Bawa Keranda Mayat Saat Aksi, Simbol Harapan Warga ke Bupati ‘Mati’

Massa aksi saat membawa keranda mayat.

Aceh Singkil, TrenNews.id – Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Masyarakat Menggugat (Format) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Aceh Singkil, Aceh, Selasa (10/3/2026).

Aksi unjuk rasa itu sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan kritik masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil yang dipimpin oleh Bupati Safriadi Oyon dan Wakil Bupati Hamzah Sulaiman, setelah menjabat selama 1 tahun 22 hari.

Peserta aksi datang dengan membawa berbagai atribut, salah satu yang menjadi perhatian publik ialah sebuah keranda mayat yang di bopong oleh massa aksi menuju kantor Bupati.

Keranda mayat itu dijadikan senagai simbol matinya harapan masyarakat terhadap sejumlah janji politik dan program pembangunan yang dinilai belum terealisasi secara maksimal oleh Pemkab setempat.

Koordinator Aksi, M.Yunus mengatakan masyarakat menilai kepemimpinan daerah saat ini belum sepenuhnya mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi warga.

“Beberapa isu yang disoroti di antaranya terkait pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta transparansi dalam pengambilan dan pelaksanaan kebijakan publik,” kata Yunus.

Selain menyampaikan orasi, massa terpantau secara simbolis memberikan penghargaan rekor miring kategori Bupati terburuk di Aceh dengan capaian pencitraan belaka dan khayalan tingkat tinggi kepada Bupati Safriadi Oyon.

Dalam tuntutannya, massa meminta pemerintah daerah agar serius dalam menjalankan program kerja serta membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi daerah.

Massa juga mendesak agar pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintahan, guna meningkatkan pelayanan dan pembangunan bagi masyarakat Aceh Singkil.

Massa juga menyampaikan tuntutan lain, seperti tidak meratanya pendataan terkait data rehab pasca banjir.

Pewarta : Arman Munthe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini