Selasa, 28 Juli 2026

Dukung Ihwan Ritonga, Pemuda Wasathiyah Sebut Sikap Ricky Antony Cuma Cari Panggung

Kritik Ricky Antony, Pemuda Wasathiyah Deli Serdang: Jangan Bikin Polemik Demi Sensasi!

deli Serdang, TrenNews.id – Ketua Pemuda Wasathiyah Wilayah Kabupaten Deli Serdang, Jaya Suprada, S.Pd, menyatakan dukungan penuh terhadap pandangan Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), Ihwan Ritonga, S.E., M.M., terkait aksi walkout atau keluarnya Gubernur Sumut Bobby Nasution dari ruang Rapat Paripurna DPRD Sumut baru-baru ini.

Menurut Jaya Suprada, sikap yang ditunjukkan Gubernur Sumut Bobby Nasution bukanlah bentuk arogan, melainkan respons rasional terhadap dinamika perdebatan internal antaranggota legislatif yang dinilai kurang produktif.

“Kami menyepakati apa yang disampaikan bang Ihwan Ritonga. Sebagai Kepala Daerah, waktu Gubernur tentu sangat berharga untuk melayani masyarakat dan menyelesaikan agenda administrasi pemerintahan yang mendesak. Mengapa harus tertahan dalam ruang sidang hanya untuk menyaksikan dinamika internal DPRD yang tidak secara langsung membutuhkan kehadiran eksekutif?” ujar Jaya Suprada dalam keterangannya di Medan, Selasa (28/7/2026).

Menyesalkan Sikap Ricky Antony

Di sisi lain, Jaya Suprada menyayangkan sikap Wakil Ketua DPRD Sumut lainnya, Ricky Antony, yang dinilainya justru memanfaatkan insiden tersebut untuk kepentingan opini publik semata.

Jaya menganggap narasi yang dibangun oleh Ricky Antony terkesan membesar-besarkan masalah dan terindikasi sebagai tindakan mencari panggung serta sensasi di tengah dinamika politik daerah.

“Sikap yang ditunjukkan saudara Ricky Antony kami nilai sarat akan kepentingan pencitraan. Tindakan menghembuskan polemik ini ke publik seolah-olah terjadi pelanggaran besar adalah bentuk upaya mencari panggung dan sensasi politis semata,” tegas Jaya.

Lebih lanjut, Jaya meminta seluruh jajaran pimpinan dan anggota DPRD Sumut untuk kembali fokus pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi) legislasi serta pengawasan demi kepentingan masyarakat Sumatera Utara, ketimbang memicu kegaduhan yang tidak perlu.

Menegaskan Keabsahan Kuorum

Terkait perdebatan mengenai keabsahan rapat paripurna, Jaya sependapat dengan penafsiran Ihwan Ritonga mengenai aturan Tata Tertib DPRD Sumut. Menurutnya, mekanisme kehadiran telah terpenuhi secara legal formal melalui daftar hadir yang ditandatangani.

“Secara aturan administrasi, rapat sudah memenuhi kuorum sejak dibuka. Absensi tanda tangan adalah tolok ukur resminya, sementara dinamika fisik anggota yang keluar masuk ruang sidang untuk urusan ibadah atau tugas lain di tengah marathon agenda adalah hal yang wajar,” tambah Jaya.

Pemuda Wasathiyah Deli Serdang pun mengimbau semua pihak untuk menghentikan polemik tersebut dan mendorong terciptanya sinergi yang harmonis antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan DPRD Sumut demi percepatan pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini