Ancaman Karhutla di Sumut Mengintai, Ketua ISARAH Medan Soroti Lemahnya Peran Preventif BPBDSU
Medan, TrenNews.id — Ancaman Karhutla di Sumut Mengintai, Ketua ISARAH Medan Soroti Lemahnya Peran Preventif BPBDSU, Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Sarjana Al Washliyah (PD ISARAH) Kota Medan, Zuhri Arif, S.H., M.H., secara tegas mempertanyakan kesiapan serta efektivitas peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Utara (BPBDSU). Langkah kritis ini diambil menyusul meningkatnya eskalasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus mengintai wilayah Sumatera Utara dan berpotensi memicu dampak buruk hingga ke Kota Medan.
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBDSU, tercatat seluas 308,87 hektare lahan di Sumatera Utara telah hangus terbakar melalui 52 kejadian karhutla. Meskipun upaya penanganan terus dilakukan—seperti pada September lalu yang mencakup sembilan kejadian di tujuh kabupaten/kota seluas 23,72 hektare—Zuhri menilai langkah mitigasi yang berjalan sejauh ini masih bersifat reaktif ketimbang preventif.
“Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Angka ratusan hektare lahan yang terbakar adalah alarm keras. Sebagai wilayah penyangga dan pusat aktivitas regional, Kota Medan sangat rentan terdampak ikutan, khususnya ancaman kabut asap dan penurunan kualitas udara yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat,” ujar Zuhri di Medan, Sabtu (17/10/2026).
Lebih lanjut, Zuhri memaparkan sejumlah solusi taktis guna merespons ancaman tersebut secara terukur. Pertama, ia mendesak BPBDSU agar memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) berbasis teknologi satelit dan pemetaan titik panas (hotspot) secara real-time. Sistem tersebut hendaknya terintegrasi langsung dengan pemerintah kabupaten/kota, termasuk Pemerintah Kota Medan.
Kedua, Zuhri menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektoral melalui patroli terpadu antara BPBD, aparat penegak hukum, dan elemen masyarakat sipil. Edukasi masif kepada korporasi maupun petani lokal terkait larangan pembukaan lahan dengan cara membakar juga harus terus dimaksimalkan agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini.
“Negara tidak boleh kalah dari bencana. BPBDSU harus memimpin orkestrasi pencegahan secara komprehensif, bukan sekadar memadamkan api setelah meluas. ISARAH Kota Medan siap bersinergi dan mengawal kebijakan mitigasi demi keselamatan warga,” pungkasnya.
PD ISARAH Kota Medan berharap respons cepat dan langkah preventif yang nyata dari BPBDSU dapat segera diwujudkan guna mencegah memburuknya kualitas udara serta menjaga kesehatan publik di seluruh wilayah Sumatera Utara.



Tinggalkan Balasan