Kamis, 10 September 2026

Ketua Umum PP GPA Sebut Reformasi Birokrasi Polri Berjalan di Jalur yang Tepat

Ketua Umum PP GPA Sebut Reformasi Birokrasi Polri Berjalan di Jalur yang Tepat

Jakarta,TrenNews.id — Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA) memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai langkah pembenahan dan transformasi yang terus dilancarkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Ketua Umum PP GPA, H. Aminullah Siagian, menyatakan bahwa reformasi di tubuh Polri tidak sekadar dimaknai sebagai perubahan struktural atau administrasi kelembagaan semata. Lebih dari itu, reformasi mencakup upaya mendasar dalam membangun institusi kepolisian yang semakin profesional, humanis, responsif, transparan, serta mampu menghadirkan rasa aman sejati bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Reformasi kelembagaan Polri adalah langkah penting untuk mewujudkan institusi yang profesional, humanis, dan dipercaya rakyat. GPA mendukung setiap ikhtiar positif Polri untuk terus berbenah demi Indonesia yang lebih aman, adil, dan bermartabat,” tegas H. Aminullah.

Menurut H. Aminullah, kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit telah memberikan arah dan pilar yang jelas bagi proses transformasi Polri, khususnya dalam mendorong kultur kerja baru dan peningkatan mutu pelayanan publik.

Muara Reformasi Ada di Masyarakat

H. Aminullah menekankan bahwa indikator utama keberhasilan reformasi kepolisian terletak pada persepsi dan pengalaman langsung masyarakat di lapangan. Menurutnya, pembenahan sistem internal menjadi tidak bermakna jika publik tidak merasakan kehadiran polisi sebagai pengayom dan pelindung yang siap melayani.

Pandangan ini konsisten disampaikan PP GPA dalam berbagai kesempatan. Pada pertengahan tahun lalu, GPA mencatat bahwa pendekatan yang diterapkan kepolisian saat ini semakin mendekatkan institusi penegak hukum tersebut dengan warga.

“Kapolri terus memberi dan menunjukkan contoh kepada para jajarannya untuk melayani dan mengayomi masyarakat,” ungkap H. Aminullah, mengenang catatan evaluasi kinerja Polri pada Juli 2025.

Selain itu, PP GPA menilai implementasi konsep Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) merupakan langkah strategis dalam menjawab kompleksitas tantangan zaman. Pemanfaatan teknologi digitalisasi pelayanan, modernisasi sistem kerja, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga penguatan fungsi pengawasan dinilai sebagai modal utama pembentukan institusi kepolisian modern.

Dukungan Konsisten dan Rekam Jejak Kinerja

Dukungan PP GPA terhadap agenda penguatan Polri didasari oleh rekam jejak nyata di lapangan. Pada April 2025, GPA mengapresiasi kesiapan dan ketangguhan jajaran kepolisian dalam mengamankan serta mengelola kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.

Tak lama berselang, pada Mei 2025, pemuda Al Washliyah kembali menyuarakan dukungan penuh atas ketegasan Polri dalam memberantas aksi premanisme, pemerasan, pungutan liar (pungli), serta tindakan kekerasan yang meresahkan dunia usaha dan masyarakat umum.

“Polri harus semakin dicintai masyarakat, hadir sebagai solusi, bukan bagian dari masalah,” tutur H. Aminullah menegaskan prinsip utama sinergi antara GPA dan Kepolisian.

Minta Reformasi Berkelanjutan & Imbau Masyarakat Tak Terpancing Spekulasi

Memasuki paruh kedua tahun 2026, PP GPA menilai reformasi birokrasi internal Polri masih konsisten berada di jalur yang benar (on the right track). Hal ini ditandai dengan terjaganya stabilitas keamanan nasional serta pengawalan terhadap berbagai agenda strategis negara.

Terkait maraknya spekulasi publik mengenai dinamika kepemimpinan nasional, Aminullah mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu pergantian jabatan Kapolri. Ia mengingatkan bahwa pengangkatan dan pemberhentian Kapolri merupakan hak prerogatif dan kewenangan konstitusional Presiden.

“Gerakan Pemuda Al Washliyah berkomitmen untuk terus mengawal kepemimpinan nasional dan mendukung institusi Polri agar tetap fokus menjaga kamtibmas tanpa harus terganggu oleh dinamika isu pergantian jabatan,” tegasnya.

Menutup keterangannya, H. Aminullah menegaskan komitmen GPA untuk terus menjadi mitra kritis strategis bagi Polri—mendukung kebijakan yang berpihak pada rakyat, sekaligus memastikan agenda reformasi berjalan berkelanjutan demi terwujudnya penegakan hukum yang bereadilan dan berintegritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini