Senin, 17 Juni 2024

Menakar Bursa Calon Walikota dan Wakil Walikota Bontang 2024 -2029, Korelasi Figuritas Dengan Elektabilitas

Bontang Leader Forum

BONTANG, TRENNEWS.ID – Berkembangnya jumlah figur potensial yang ikut serta dalam Pilkada Bontang 2024 mendapat respons positif dari Bontang Leader Forum (BLF).

Melansir dari berbagai media on-line dan media sosial, pendiri BLF, Eko Satrya, menekankan bahwa kehadiran banyak kandidat menandakan peluang peningkatan kualitas Pilkada di Kota Bontang.

“Munculnya banyak figur berkontestasi, makin baik, artinya masyarakat akan punya banyak pilihan. Mereka bisa memilih yang terbaik dari yang baik.
Untuk itu partisipasi bukan hanya penting dari segi pemilih, tetapi juga dari sisi kontestasi dan penyelenggaraan.
Selain partisipasi penyelenggaraan (KPU), tak kalah penting juga pengawasan (BAWASLU) agar dari sisi proses, Pilkada Bontang makin berkualitas,” kata Eko, Rabu (22/5/2024).

Lanjut Eko, Jelang Pilkada pada 27 November 2024, sejumlah nama calon Walikota dan Wakil Walikota telah mencuat, menunjukkan minat aktif masyarakat dalam proses demokrasi.
Pilkada Bontang 2024 menjadi momentum bagi semua pihak untuk memperjuangkan visi dan misi mereka demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bontang ke depan.

“Melalui pertemuan yang didengar di obrolan, ditulis di medsos maupun dilihat di baliho-baliho yang terpampang lebar di sudut-sudut jalan strategis para kontestan berupaya mensosialisasikan dirinya,” katanya.

Dalam proses percaturan ini, Eko bilang, sudah mengalami pergeseran atau “otak-atik” sebagai dinamika politik dari awalnya banyak bertebaran yang disuarakan lambat laun mulai meruncing ke sejumlah nama figur.

Dari pengamatan politik Bontang Leader Forum (BLF), Eko beberkan, bursa calon Walikota & Wakil Walikota Bontang akan terus mengalami pengerucutan melalui analisa poling, survey dan basis massa.

Dengan melihat kondisi saat ini figur-figur legislatif yang terpilih di Pileg 2024 berpeluang untuk maju dalam Pilkada dengan konsekuensi harus mundur dari keterpilihannya di DPRD.

Tanpa mengenyampingkan petahana Walikota dan Wakil Walikota Bontang saat ini) yang memiliki kinerja yg bagus tapi masih harus memastikan partai pengusungnya untuk bisa masuk dalam bursa maka menjadi “PR” besar bagi keduanya.

Bahkan figur dari basis keormasan pun ga ketinggalan kereta dapat muncul sewaktu-waktu karena “seleksi alam” bersama figur politisi yang digadang-gadang sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini