Senin, 17 Juni 2024

Patung Oputa Yi Koo Akan Dirampung Pada Bulan Juli 2024

Patung Oputa Yi Koo Akan Dirampung Pada Bulan Juli 2024

KENDARI,TRENNEWS.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengatakan bahwa pembangunan Patung Pahlawan Nasional Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yi Koo) berlokasi di Kotamara, Kota Baubau akan segera rampung. Patung yang memiliki tinggi 23 meter ini, kini progresnya telah mencapai 97%.

Kepala Dinas Cipta Karya Bina Kontruksi dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak menyampaikan, pembangunan patung Oputa Yii Koo ditargetkan selesai pada bulan Juli mendatang.

“Jadi progres pembangunan sudah mencapai 97%. Kemudian di bawah sudah dipasang tegelnya dan dinding. Jadi sudah dipasangmi semua, saat ini sisa pemasangan tangan karena kepala sudah selesai,” katanya saat diwawancarai di ruang kerja oleh trennews.id, Kamis (6/6/2024).

Dikatakan, pembangunan patung tersebut memakan waktu yang cukup lama karena prosesnya yang kompleks. Patung ini dibuat seperti puzzle yang harus dirakit satu per satu, mulai dari kaki, badan, kepala, hingga tangan.

“Kami optimis ini akan tuntas sesuai target dalam waktu dekat ini. Setelah rakitan patung selesai terpasang, tinggal pengecatan yang tidak memakan waktu lama,” ujarnya.

Efendi bilang, selain patung itu sendiri, area pelataran di sekitar patung juga telah mengalami banyak kemajuan. Tegel dan beberapa area pendukung lainnya telah selesai dipasang

“Untuk bagian pelataran, kita sudah tuntas pasang tegel, dinding, dan beberapa hal lainnya. Semua sudah lengkap bahkan ruangan museum juga sudah kita siapkan,” ujar mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Pemprov Sultra ini.

Meskipun targetnya selesai pada Juni tahun ini, ada kemungkinan bahwa peresmian patung ini belum bisa dilakukan segera. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan untuk mencari pengelola kawasan terlebih dahulu sebelum dibuka untuk umum.

“Karena bila belum ada pengelola dan langsung dibuka untuk masyarakat, kita khawatir, karena area ini harus dibersihkan setiap hari. Sekarang masih dipagar proyek. Rencananya, kita akan berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata Sultra agar mengelola kawasan itu. Kalau sudah ada pengelola, baru bisa diresmikan dan terbuka untuk masyarakat umum,” tuturnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini