Kamis, 30 Juli 2026

Perkuat SDM Sawit Berkelanjutan, Direktur PalmCo Resmi Jadi Mahasiswa S2 Pertama ITSI Medan

Tak Berhenti Belajar, Direktur PTPN IV PalmCo Arya Sandhiyudha Resmi Kuliah S2 di ITSI Medan!

Medan, TrenNews.id – Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, secara resmi mendaftarkan diri sebagai mahasiswa angkatan pertama Program Magister (S2) Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian di Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) untuk Tahun Akademik 2026/2027.

Langkah ini diambil jajaran direksi Subholding Perkebunan Nusantara tersebut sebagai bentuk komitmen pembelajaran berkelanjutan (continuous learning), sekaligus memberikan dukungan nyata terhadap pembukaan program pascasarjana perdana di kampus yang bernaung di bawah PTPN Group tersebut.

Arya menggarisbawahi bahwa dinamika industri kelapa sawit saat ini menuntut pendekatan yang multidimensi, tidak hanya berfokus pada aspek teknis agronomi melainkan juga penyelesaian isu sosial dan ekonomi.

“Pengembangan industri perkebunan, khususnya kelapa sawit, kini menghadapi tantangan yang multidimensi, mulai dari aspek teknis agronomi hingga penyelesaian isu sosial dan ekonomi secara komprehensif. Keikutsertaan saya di angkatan pertama ini adalah wujud komitmen continuous learning untuk terus memperluas perspektif, sekaligus bentuk dukungan terhadap eksistensi ITSI sebagai kawah candradimuka SDM perkebunan yang unggul,” ujar Arya Sandhiyudha di Medan.

Ia menambahkan, program studi magister beridentitas “Magister Berbasis Industri Perkebunan dan Keberlanjutan” ini hadir sebagai ruang akademik yang sangat relevan bagi para praktisi, profesional, serta pembuat kebijakan dalam memperdalam keilmuan yang sejalan dengan peta jalan bisnis sawit nasional.

Babak Baru ITSI dan Metode Perkulihan Hybrid

Pembukaan Program Magister (S2) Sosial Ekonomi Pertanian ini menjadi tonggak sejarah baru bagi ITSI dalam memperluas peranannya di dunia pendidikan tinggi perkebunan.

Rektor ITSI, Dr. Purjianto, S.E., M.M., menyambut positif antusiasme pendaftar di angkatan perdana ini. Menurutnya, keberadaan program studi baru ini selaras dengan visi transformasi ITSI untuk menjawab tantangan sektor pertanian dan perkebunan yang kian kompleks.

“Pembukaan program studi ini merupakan wujud komitmen ITSI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menjawab tantangan pembangunan sektor pertanian dan perkebunan yang semakin kompleks dan dinamis. Ini juga menjadi tonggak awal bagi ITSI dalam memperluas peran dan kontribusinya di bidang pendidikan tinggi berbasis perkebunan,” pukas Dr. Purjianto.

Lulusan program pascasarjana ini nantinya akan menyandang gelar Magister Pertanian (M.P.). Untuk mengakomodasi para pekerja profesional dan aparatur negara, ITSI menerapkan skema perkuliahan hybrid (gabungan luring dan daring) dengan tenaga pengajar dari kalangan akademisi serta praktisi industri.

Fasilitas modern di kampus ITSI Jalan Willem Iskandar Medan, seperti ruang kelas eksekutif, plantation class, perpustakaan, hingga student lounge, turut disiapkan untuk menunjang kegiatan akademik. Selain itu, mahasiswa juga akan mendapatkan akses ke jejaring industri, peluang riset, serta opsi benchmarking ke luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini