Jumat, 13 Maret 2026

Gebyar Ramadhan KOMDAM Sumut: Lestarikan Budaya Melayu Lewat Lomba Barzanji dan Pildacil

Medan, TrenNews.id – Komunitas Da’i Melayu Sumatera Utara (KOMDAM Sumut) melakukan terobosan baru dalam mengisi bulan suci Ramadan 1447 H. Selama dua hari berturut-turut, organisasi ini menggelar “Gebyar Ramadhan” yang bertujuan mengasah bakat sekaligus menguatkan mental generasi muda melalui berbagai perlombaan religi dan budaya.

Kegiatan yang berpusat di Kota Medan ini menghadirkan perlombaan yang variatif, mulai dari Pemilihan Da’i Cilik (Pildacil), hafalan surah pendek, hingga lomba mewarnai logo KOMDAM bermotif Tanjak dan Istana Maimun. Uniknya, KOMDAM Sumut juga menghidupkan kembali tradisi lama melalui lomba Barzanji dan Marhaban yang diikuti oleh kelompok ibu-ibu dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Ketua Umum KOMDAM Sumut, Ustadz Bukhari Al Hafidz—yang akrab disapa Ustadz Gondrong—menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari visi misi organisasi untuk merajut ukhuwah islamiyah dan membangun kolaborasi di wilayah pesisir.

“Dakwah adalah kewajiban. Kita semua menyandang gelar ‘PNS’, yaitu Pegawai Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam. Melalui Gebyar Ramadhan ini, kita ingin membangun kolaborasi antara da’i muda melayu dengan pemerintahan di wilayah pesisir,” ujar Ustadz Bukhari dalam sambutannya yang penuh semangat.

Malam puncak acara berlangsung khidmat dengan kehadiran tokoh-tokoh penting, di antaranya Sultan Deli XIV, Staf Ahli Wali Kota Medan, Kepala Dinas UMKM Kabupaten Batubara, serta jajaran tokoh agama. Kehadiran Sultan Deli XIV dan perwakilan pemerintah memberikan energi tambahan bagi para hadirin untuk terus memperkuat silaturahmi di bulan mulia ini.

Lomba mewarnai Istana Maimun dan Tanjak secara khusus menjadi cara KOMDAM Sumut memperkenalkan identitas melayu kepada anak-anak. Hal ini ditegaskan sebagai upaya pembuktian sejarah bahwa budaya melayu telah lama eksis di nusantara, khususnya di tanah Medan melalui bukti sejarah Kerajaan Deli.

Acara ditutup dengan prosesi pemberian hadiah kepada para pemenang lomba dan doa bersama. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mencintai budaya sekaligus mempertebal keimanan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini